Berita Karanganyar
Namanya Sumur Emas, Andalan Warga Desa Dayu Karanganyar Cukupi Kebutuhan Air Minum
Kata Sugiman (48), selain untuk mencukupi kebutuhan air minum juga mencari penghasilan dari jualan air yang diambil dari Sumur Emas Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sumber mata air yang diberi nama Sumur Emas di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar menjadi andalan bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air minum.
Berdasarkan pantauan Tribunjateng.com, Rabu (27/7/2022), terlihat warga hilir mudik mengambil air dari sumber mata air dan keran saluran tandon air.
Puluhan jerigen terlihat tertata rapi di dekat sumber mata air.
Baca juga: Buka TMMD Sengkuyung Tahap II, Bupati Karanganyar Berharap Ada Penguatan Nilai-nilai Nasionalisme
Baca juga: 75 Petugas Paskibraka Karanganyar Mulai Berlatih Sebelum Kibarkan Sang Saka
Seorang warga yang mengambil air tersebut ialah warga Desa Rejosari Kecamatan Gondangrejo, Parjono (56).
Jarak antara rumah Parjono dengan lokasi sumber mata air sekira 3 kilometer.
Dia biasanya mengendarai sepeda motor untuk mengangkut air dari Sumur Emas.
"Ambil air di sini (Sumur Emas) sudah sekira 5 tahun, untuk kebutuhan minum," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (27/7/2022).
Dia memilih mengambil air untuk kebutuhan air minum di Sumur Emas karena airnya segar dan harganya terjangkau.
Biasanya dia membutuhkan 3 galon untuk kebutuhan air minum selama sepekan.
"Di rumah ada 5 jiwa."
"Air di tempat saya ada (kandungan) kapurnya."
"Air dari sumur dalam, air sumur untuk MCK," ucapnya.
Warga lainnya, Sugiman (48), selain untuk mencukupi kebutuhan air minum juga mencari penghasilan dari jualan air yang diambil dari Sumur Emas.
Dia rata-rata bisa mengambil 20 jerigen berisi air dalam sehari.
Satu jerigen dapat menampung 20 liter air.
Baca juga: Restoran Masih Gunakan Gas Melon Ditarik, Langsung Diganti Warna Pink, Sidak Gabungan di Karanganyar
Baca juga: Satlantas Polres Karanganyar Razia Kendaraan Overload di Simpang Tiga Exit Tol Kebakkramat
Jerigen berisi air tersebut dijual oleh Sugiman ke warga yang telah menjadi langganan di wilayah sekitar Desa Dayu.
Biasanya setiap mengambil air, dia membayar retribusi kepada pengelola sebesar Rp 1.000 per jerigen.
Lanjutnya, uang retribusi tersebut digunakan oleh pengelola untuk pemeliharaan dan kegiatan sosial seperti memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan di sekitar lokasi Sumur Emas.
Selanjutnya, menggunakan sepeda motor yang dilengkapi bronjong, Sugiman menjual jerigen berisi air bersih itu kepada pelanggannya sekira Rp 5.000.
Harga air bersih per jerigen juga disesuaikan dengan jarak tempuh pelanggan.
"Saya ambil air di sini sudah 15 tahun."
"Air di sini layak minum."
"Ini termasuk sumur (sumber mata air) purba yang tidak pernah surut," terangnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (27/7/2022).
Dia menerangkan, warga lain yang mengambil air di Sumur Emas ada yang dari Desa Tuban, Krendowahono, Rejosari, dan Jatikuwung Kecamatan Gondangrejo.
Serta ada dari warga yang tinggal di perbatasan Karanganyar-Boyolali. (*)
Baca juga: Fiks Hasil Kesepakatan, Pedagang Grosir Johar Ditempatkan di Pasar Klitikan Penggaron Semarang
Baca juga: Pemkot Pekalongan Usulkan 151 Formasi PPPK 2022, Guru Jadi Kebutuhan Terbanyak
Baca juga: Komplotan Maling Pecah Kaca Mobil Beraksi di dekat Akpol dan Kantor Polisi , Warga : Ga Ada Takutnya
Baca juga: Imam Sobari Ngaku Sudah Nikah Siri dengan Kholidatunnimah ke Sosok Ini Sebelum Lakukan Mutilasi