Berita Tegal

Ingin Menukarkan Uang Rusak dan Lusuh Jadi Baru? Berikut Penjelasan BI Tegal

Ditegaskan, bagi masyarakat tidak perlu bingung jika ingin menukarkan uang rusak menjadi baru

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Desta Leila Kartika
Unit Pelaksanaan Uang Rupiah, Ahmad Afandi, sedang memberikan paparan mengenai cara menukarkan uang yang kondisinya rusak sampai mengubah bentuk dan uang lusuh. Acara berlangsung di Hotel Inside By Melia, Yogyakarta, Sabtu (30/7/2022) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, menyelenggarakan Capacity Building tahun 2022 yang didalamnya membahas mengenai tata cara menukarkan uang dengan kondisi rusak dan lusuh. Acara berlangsung di Hotel Inside By Melia, Yogyakarta, Sabtu (30/7/2022) malam. 

Unit Pelaksanaan Uang Rupiah, Ahmad Afandi, menjelaskan uang masuk kategori rusak adalah uang yang wujud atau secara bentuk sudah tidak sesuai dengan ukuran aslinya.

Ia pun mencontohkan, semisal uang berubah bentuk tidak sesuai aslinya karena digerogiti rayap, terbakar, intinya yang secara wujud rusak dan tidak utuh lagi.

Kondisi tersebut, berbeda dengan bentuk uang lusuh atau istilahnya lecek.

"Kami sudah ada MoU antara Bank Indonesia Tegal dengan perbankan, agar menerima penukaran uang dari masyarakat tapi harus dilihat dan disesuaikan kriteria nya. Sementara untuk kriteria sendiri lebih dari 2/3. Dengan kata lain, jika perbankan tidak bisa menebak apakah kerusakan uang lebih dari 2/3 atau tidak, maka perbankan bisa mengarahkan masyarakat supaya menukarkan langsung ke kami," jelas Afandi, pada Tribunjateng.com.

Afandi menegaskan, ukuran 2/3 ini adalah dari bentuk asli uang yang mengalami kerusakan.

Dicontohkan kembali, semisal ada orang kemudian tidak sengaja menyobek sisi dari uang sampai sebagian hilang.

Jika ada temuan uang rusak seperti itu, Afandi mengatakan pihak perbankan pasti menerima dan bisa membantu masyarakat untuk menukar dengan uang baru, atau kondisi jauh lebih baik.

"Masyarakat jika ingin menukarkan uang rusak atau lusuh bisa langsung ke perbankan yang ada di wilayah masing-masing terutama eks Karesidenan Pekalongan, seperti Kabupaten Brebes, Kita Tegal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang. Meskipun uang yang rusak hanya satu lembar, tetap bisa dilayani penukaran uang," terangnya.

Ditegaskan, bagi masyarakat tidak perlu bingung jika ingin menukarkan uang rusak menjadi baru.

Intinya, ketika bentuk fisik uang yang ingin ditukar hanya lusuh, maka disarankan untuk menukar ke perbankan saja tidak perlu langsung ke kantor Bank Indonesia.

Sementara yang dimaksud uang lusuh, secara bentuk masih utuh tapi kondisinya lusuh, kucel, dan kumel, Tapi kalau dari segi bentuk uang masih tetap sama.

Sehingga jika kerusakan seperti ini, bisa ditukarkan di perbankan tidak perlu ke kantor BI Tegal

Tetapi jika kondisi uang sudah tidak sesuai ukuran aslinya, misal terbakar, dimakan rayap, dan lain-lain maka masyarakat bisa langsung melapor ke Bank Indonesia Tegal. 

"Intinya jika ingin menukarkan uang, maka harus dilihat dan disesuaikan kerusakannya. Apakah rusak atau hanya lusuh, jika rusak yang sudah sampai mengubah bentuk asli maka bisa menukarkan ke Bank Indonesia. Tapi jika uang hanya lusuh, lecek, kumel dan tidak mengubah bentuk uang, maka bisa ditukarkan di perbankan saja," pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved