Berita Internasional

Ledakan Bom di Masjid Kabul Afghanistan Tewaskan 10 Orang dan Lukai 27 Lainnya

Rabu (17/2022), bom berkekuatan besar meledak di masjid Kabul saat salat malam. Kejadian tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang.

DAILY MAIL
Ilustrasi ledakan 

TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Rabu (17/2022), bom berkekuatan besar meledak di masjid Kabul, Afghanistan,  saat salat malam.

Kejadian tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk seorang ulama terkemuka, serta melukai sedikitnya 27 lainnya.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di masjid Kabul ini, serangan terbaru yang mengguncang Afghanistan setahun sejak Taliban merebut kembali kekuasaan.

Baca juga: Thailand Diteror Serangan Bom dan Pembakaran, Para Pelaku Berdandan seperti Perempuan

Beberapa anak dilaporkan termasuk di antara yang terluka, di tengah kekhawatiran bahwa jumlah korban bisa meningkat lebih lanjut.

Afiliasi lokal dari kelompok teror ISIS telah meningkatkan serangan yang menargetkan Taliban dan warga sipil, sejak pengambilalihan mantan pemberontak pada Agustus lalu setelah penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan.

pemandangan kawasan Sherpur di Kabul
Foto yang diambil pada 2 Agustus 2022 ini memperlihatkan pemandangan kawasan Sherpur di Kabul. (AFP PHOTO/WAKIL KOHSAR)

Pekan lalu, ISIS mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan seorang ulama terkemuka Taliban di pusat keagamaannya di Kabul.

Seorang saksi, yang juga penduduk lingkungan kota Khair Khana di mana Masjid Siddiquiya menjadi sasaran, mengatakan bahwa ledakan pada Rabu (17/8/2022) dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.

Ulama yang dibunuh adalah Mullah Amir Mohammad Kabuli, kata saksi, yang berbicara dengan syarat anonim karena dia tidak berwenang berbicara kepada media sebagaimana dilansir Guardian.

Dia menambahkan bahwa lebih dari 30 orang lainnya terluka.

Rumah sakit darurat Italia di Kabul mengatakan sedikitnya 27 warga sipil terluka, termasuk lima anak-anak, dibawa ke sana dari lokasi ledakan bom.

Khalid Zadran, juru bicara yang ditunjuk Taliban untuk kepala polisi Kabul, membenarkan sebuah ledakan di dalam sebuah masjid di Kabul utara.

Tetapi dia tidak menyebutkan jumlah korban tewas dan luka-luka.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid juga mengutuk ledakan itu dan bersumpah bahwa "pelaku kejahatan semacam itu akan segera diadili dan akan dihukum".

 
Sebuah invasi pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban sebelumnya di Afghanistan, karena telah menjamu pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden di Afghanistan, menyusul serangan teroris 11 September di Amerika Serikat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved