Berita Semarang

Ikuti Pelatihan Manajemen Usaha dari Balatkop Jateng dan BHMTC, Ini Kata UMKM Safnur

Pelatihan manajemen usaha dan keuangan dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Ist/BHMTC
Pemilik UMKM Safnur asal Banjarnegara, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelatihan manajemen usaha dan keuangan yang diadakan oleh Balatkop Dinkop Jateng bersama Bio Hadikesuma Management Training Center dirasakan manfaatnya oleh para pelaku UMKM.

Satu di antaranya adalah pemilik UMKM Safnur asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

Usaha yang dibangun oleh Nur Fitriyana ini mampu menghasilkan omset lebih banyak usai mengikuti pelatihan dari Balatkop yang digelar di Hotel Sala View Solo beberapa waktu lalu.

Dalam pelatihan itu, Nur Fitriyana dan UMKM lain diajarkan tentang pembenahan sejumlah kesalahan yang dilakukan dalam mengelola usaha.

Mulai dari menentukan harga pokok produksi, riset pasar untuk menentukan segmen customer, pencatatan keuangan hingga membuat target penjualan.

"Ilmu yang saya dapat dari pelatihan ada beberapa, yaitu cara me-manajemen usaha mulai dari sisi SDM. Peningkatan tata kelola usaha, keuangan sampai pada pembukuan," ucap Nur Fitriyana kepada Tribunjateng.com.

Dari pelatihan ini, Nur banyak menyadari jika selama ini teknik yang ia gunakan dalam usaha masih salah.

Pasalnya, ia kerap mengabaikan pentingnya keuangan dalam usaha.

"Saya dulu sering tidak mencatat keuangan. Sehingga mengakibatkan kebingungan yang berujung pada kerugian. Sebenarnya saya punya laba besar, namun saya tidak sadar, entah kemana uang laba itu. Ketika diberikan penjelasan seterang mungkin mengenai usaha yg sebenarnya, benar-benar usaha saya dikupas tuntas sampai benar-benar saya sadar bahwa usaha saya selama ini ternyata kurang sehat terutama dari sisi keuangan nya," ungkapnya.

Tak hanya mendapat banyak pemaparan, Nur dan UMKM lainnya juga langsung diajari praktik penerapan ilmu.

Usai mendapat pelatihan, usahanya kini pun mengalami peningkatan.

Mulai dari kenaikan jumlah pesanan dan juga omset.

Nur kini pun sedang berjuang untuk bisa masuk pelatihan ke jenjang berikutnya. 

"Sebelum saya ikut MUK, untuk menabung saja sangat sulit, dan alhamdulillah sekarang saya bisa menyisihkan laba untuk ditabung. Usaha saya semakin terarah, saya punya pencatatan keuangan yang mudah dipahami. Banyak mitra yang saya jalin saat ini dari silaturahmi peserta MUK 2022," lanjutnya.

Dirinya juga berharap pelatihan ini bisa terus dilakukan.

Sementara itu, Balatkop Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan UMKM dengan menggelar pelatihan di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Pelatihan ini berkolaborasi dengan BHMTC dan sejumlah elemen lain. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved