Berita Jepara

Peternak Kurang Terbuka dengan Kondisi Hewannya, Penanganan PMK di Jepara Jadi Terkendala

Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jepara terkendala peternak yang tidak jujur dengan kondisi hewan ternaknya. 

Dok. DKPP Jepara
Petugas DKPP Jepara mengecek kondisi kambing yang bergejala PMK. 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA—Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Jepara terkendala peternak yang tidak jujur dengan kondisi hewan ternaknya. 

Hal ini membuat penyebaran PMK cepat menjalan ke hewan-hewan lain. Jumlah hewan terpapar PMK pun naik-turun.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudofir mengatakan, peternak kurang teruka dengan kondisi hewan yang bergejala PMK. Mereka ingin menjual hewan ternak itu secara cepat.

Mengatasi hal ini, Mudofir mengungkapkan pihaknya terus melakukan pengobatan dan vaksinasi secara intensif.  Cara ini untuk menekan penyebaran PMK. Dalam dua pekan ini, kata dia, kasus turun 100 kasus.

“Tapi ada juga muncul kasus baru,” kata Mudofir kepada tribunmuria.com, Kamis, 1 September 2022.

Saat ini dilaporkan hewan yang positif PMK mencapai 415 ekor. Kasus itu tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Jepara. Hanya empat kecamatan yang steril dari PMK, yakni Mayong, Kalinyamatan, Welahan, dan Karimunjawa.

Kasus PMK terbanyak di Kecamatan Kembang dengan 205 ekor dan Kecamatan Bangsri dengan 112 ekor. Secara keseluruhan kasus PMK di Jepara mencapai 1.573 ekor. (*()

Baca juga: S1 Pariwisata Gelar Penamaman Mangrove, Prof Sudharto : Ini Kesempatan USM Mengembangkan Ecotourism

Baca juga: Metode Pengamatan Permudah Siswa Menulis Teks Deskripsi

Baca juga: Antisipasi Karhutla, TNI Polri dan Perhutani Gelar Patroli Hutan Di Wilayah Kecamatan Kunduran Blora

Baca juga: PSIS Kenalkan Player Esports untuk Ajang IFeL 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved