Konflik Rusia dan Ukraina
Serangan Bom Mobil Tewaskan Pejabat Pro Rusia di Ukraina Selatan
Artyom Berdin tewas setelah mobil yang dinaikinya meledak. Serangan diduga dilakukan oleh penyusup dari Ukraina.
Pada akhir Agustus, wakil komandan polisi lalu lintas lokal di Berdyansk, Alexander Kolesnikov, tewas dalam insiden serupa.
Wakil komandan polisi lalu lintas setempat, Alexander Kolesnikov, tewas dalam ledakan di kota Berdyansk, Ukraina selatan, Jumat.
Kota itu direbut oleh pasukan Rusia di awal konflik yang sedang berlangsung dan tetap berada di bawah kendali mereka sejak saat itu.
Ledakan itu terjadi di sebuah rumah liburan lokal, yang saat ini digunakan untuk menampung pengungsi dan pengungsi sementara, terutama dari Mariupol, kata walikota setempat, Alexander Saulenko.
Alat peledak, diisi dengan pecahan peluru yang sudah jadi, ditempelkan di pohon sekitar tiga meter di atas tanah, tambahnya.
Kendaraan dinas Kolesnikov berada di zona ledakan, sementara pecahan peluru juga melempari taman bermain di dekatnya.
“Selama ledakan, secara ajaib, tidak ada seorang pun di taman bermain di mana anak-anak dapat bermain dan berada, tidak ada anak-anak yang terluka,” kata Saulenko, menyalahkan insiden tersebut pada pihak berwenang Ukraina.
“Ada jejak Ukraina dari rezim teroris Kiev, yang mencoba memerangi penduduk secara damai dengan cara seperti itu, yang menunjukkan bahwa mereka tidak memikirkan korban di antara anak-anak dan warga sipil,” kata walikota.
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, mengutip kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Lugansk di dalam negara Ukraina.
Protokol, yang ditengahi oleh Jerman dan Prancis, pertama kali ditandatangani pada tahun 2014. Mantan presiden Ukraina Pyotr Poroshenko sejak itu mengakui bahwa tujuan utama Kiev adalah menggunakan gencatan senjata untuk mengulur waktu dan “menciptakan angkatan bersenjata yang kuat.”
Pada Februari 2022, Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bom Mobil Kembali Tewaskan Pejabat Pro Rusia, Artyom Bardin Hangus Bersama Kendaraannya
Baca juga: Seorang Pejabat Perusahaan Minyak Rusia Tewas Terjun dari Lantai 6 Rumah Sakit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi_20180515_160317.jpg)