Berita Nasional

Kok Bisa? ASN Disdikbud Aceh Utara Tersangka Kasus Korupsi Belum Dicopot, Sudah Setahun Lebih

Jaksa menyatakan, pembangunan proyek Monumen Samudera Pasai sejak 2012 hingga 2017 itu menghabiskan dana lebih dari Rp 49,1 miliar.

Editor: deni setiawan
Net
ILUSTRASI penetapan status tersangka dalam kasus korupsi oleh pihak kejaksaan. 

TRIBUNJATENG.COM, ACEH – Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, pegawai Disdikbud Kabupaten Aceh Utara ini masih aktif bekerja.

Tak tanggung-tanggung, sudah lebih dari setahun dirinya menjabat sebagai Kabid Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Aceh Utara.

Mengapa ASN bersangkutan belum dicopot dari jabatannya dan ditahan?

Baca juga: Ini Janji dan Permintaan Maaf Zulfikar, Imbas Batalnya Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan

Baca juga: Persiraja Banda Aceh Divonis Kalah Lawan PSMS Medan, Skor Tanpa Tanding 0-3

Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Museum Samudera Pasai yang berinisial N, hingga kini masih menjabat sebagai kabid di Disdikbud Kabupaten Aceh Utara.

Pj Bupati Aceh Utara, Azwardi belum mencopotnya dari jabatan meski sedang terjerat masalah hukum.

Padahal, N sudah menjadi tersangka sejak Agustus 2021.

Kepala Humas Pemkab Aceh Utara, Hamdani menyebutkan, tim Pemkab Aceh Utara sedang berkonsultasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) soal pencopotan ASN yang tersangkut kasus hukum.

“Kami tunggu saja respons BKN,” kata Hamdani seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

“Pemberhentian PNS dalam jabatannya harus mengikuti mekanisme terlebih dahulu, mendapatkan persetujuan dari Mendagri melalui Gubernur Aceh, karena statusnya Bupati sebagai Penjabat,” sambung Hamdani.

Pj Bupati Aceh Utara, kata Hamdani, sudah meminta persetujuan pergantian pejabat itu sehingga proses tersebut harus menunggu waktu.

Baca juga: Karena Ini Persiraja Banda Aceh Vs PSMS Medan Batal Digelar Senin Malam, Bikin Suporter Ngamuk

Baca juga: Seorang Anggota Polres Langkat Tertangkap Jualan Sabu di Aceh Tamiang

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Diah Akbari menyebutkan, kasus ini memasuki tahap audit kerugian negara.

“Terakhir kami cek ke sana (Museum Samudera Pasai) pada 1 September 2022."

"Kondisi bangunnya sudah rusak parah,” kata Diah.

Dia meminta dukungan masyarakat Aceh Utara agar kasus itu bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved