Berita Batang

Kemendikbud Ristek, Undip dan BPI Siap Manfaatkan Limbah Batubara untuk Blue Economy di  Batang

Kemitraan UNDIP, Kemendikbud Ristek dan BPI akan kembangkan Blue Economy di Batang.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
Dok. PT BPI Batang
Sosialisasi program Kadaireka Matching Fund 2022 bersama para nelayan Batang. 

“Kami berterima kasih kepada BPI yang sudah mendukung program Matching Fund 2022 ini, sehingga kami bisa mengimplementasikan aplikasi teknologi restorasi ekosistem pesisir berbahan beton dengan memanfaatkan limbah batubara untuk pengembangan blue economy di Kabupaten Batang,”ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kegiatan ini akan difokuskan di empat wilayah desa, yakni Desa Ujungnegoro, Desa Depok, Desa Kedungsegog dan Desa Klidang Lor.

Hal ini juga untuk mengoptimalkan program yang akan dicapai melalui beberapa tahapan kegiatan seperti, sosialiasi program pada level kabupaten, desa, FGD (Focus Group Discussion) di empat desa program, dan monitoring evaluasi. 

“Kami melibatkan mahasiswa magang UNDIP melalui pembuatan Artificial Patch Reef (APR) dan Artificial Fish Apartement (AFA) oleh 25 mahasiswa magang, kemudian melibatkan 50 mahasiswa KKN untuk pemetaan masalah untuk pengelolaan sumber daya laut dan pesisir di perairan Kabupaten Batang melalui program CSR BPI," ujarnya.

Munasik juga menambahkan bahwa pada saat penenggelaman rumah ikan juga akan dilakukan setelah mendapatkan masukan atau saran dari para nelayan.

“Kami tidak serta merta menenggelamkan rumah ikan, tanpa koordinasi dengan para nelayan, karena ini untuk kepentingan para nelayan dalam pencarian ikan, mereka juga harus tahu manfaat rumah ikan, cara merawat dan menjaga, serta lokasi penempatan rumah ikan yang sesuai dengan alokasi ruang RZWP3K Provinsi Jawa Tengah," imbuhnya.

Sementara salah satu tokoh nelayan Kabupaten Batang, H. Karbukti yang ikut dalam sosialisasi program Matching Fund 2022 di Balaidesa Klidang Lor menyampaikan bahwa program pemanfaatan limbah FABA batubara dari PLTU Batang untuk pembuatan rumah ikan atau terumbu karang ini benar-benar bermanfaat bagi para nelayan.

Setiap titik penenggelaman rumah ikan, harus diberi tanda sehingga para nelayan mengetahui keberadaan rumah ikan tersebut.

“Kami mendukung program pemerintah ini, apalagi dengan membuatkan rumah ikan atau terumbu karang, saya meminta kepada adik-adik mahasiswa yang bertugas di empat desa ini agar benar-benar mempertimbangkan usulan atau masukan dari para nelayan, agar sama-sama diuntungkan, tanda titik rumah ikan tetap harus dipasang yang kokoh, agar tidak dicuri atau dipotong oleh orang yang tidak bertanggungjawab," tegasnya.
 
Senior Manager CSR BPI Bhayu Pamungkas menyampaikan bahwa pada tahun 2016 hingga 2019, BPI bermitra dengan Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang (BPPI) dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah dalam program rumah ikan (Fish Apartment). 

Dari program kemitraan tersebut berhasil membuat 265 modul fish apartment yang terdiri dari 225 modul rumah ikan berbahan plastik dan 40 modul rumah ikan berbahan beton dan dengan lokasi penenggelaman di Karang Maeso, Karang Kretek, dan dua lokasi lainnya di wilayah perairan Kabupaten Batang.

Bhayu Pamungkas menambahkan, di tahun 2019 hingga 2021, BPI bermitra dengan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro untuk program pembuatan 4 unit terumbu karang buatan (artificial patch reef) yang ditenggelamkan di Karang Maeso sebanyak 2 unit dan dan 2 unit di Karang Sebapang. 

“Kami telah bermitra dengan berbagai pihak dalam rangka melestarikan wilayah pesisir di Kabupaten Batang kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan perekonomian para nelayan di sekitar PLTU Batang dan tetap menjaga komitmen terhadap lingkungan," tandasnya.

Dengan program itu, diharapkan, produksi perikanan meningkat dan sinergi antara kelompok masyarakat dengan BPI serta dukungan pemerintah dapat melahirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat lokal yang berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved