Berita Blora

UPDATE : Kapolres Blora Angkat Bicara Terkait BLT BBM Yang Disunat Rp 20 Ribu Oleh Oknum Istri Kadus

Kapolres Blora AKBP  Fahrurozi angkat bicara terkait BLT BBM yang disunat Rp 20 ribu oleh oknum istri Kepala dusun Desa Sumberejo, Randublatung

Penulis: ahmad mustakim | Editor: Catur waskito Edy
ahmat mustakim
Kapolres Blora AKBP  Fahrurozi 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kapolres Blora AKBP  Fahrurozi angkat bicara terkait BLT BBM yang disunat Rp 20 ribu oleh oknum istri Kepala dusun Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Menurut hasil pemeriksaan kepolisian, dirinya membenarkan pada saat itu ada pencarian BLT dari pencarian BLT itu, ada sejumlah 44 orang.

"40 orang itu diminta iuran senilai Rp 20 ribu per orang oleh istri kepala Dusun. Rp 20 ribu itu terkumpul lah Rp 800 ribu," ucap AKBP Fahrurozi kepada tribunmuria.com, Selasa (20/9/2022).

Usai dikonfirmasi, AKBP Fahrurozi menyebut hal tersebut bertujuan untuk melaksanakan bakti sosial dalam rangka posyandu ceria.

"Namun karena berita itu viral, si istri Kepala dukuh itu mengembalikan uang tersebut kepada masyarakat," terang AKBP Fahrurozi.

Pihaknya telah mengkonfirmasi juga ke masyarakat yang memberikan uang senilai Rp 20 ribu itu.

"Bahwa benar mereka memberikan dan itu adalah kesepakatan mereka dan mereka ikhlas. tidak keberatan dengan hal itu. karena tujuannya adalah untuk posyandu," jelas AKBP Fahrurozi.

Namun, pihaknya mengingatkan untuk mencegah, jangan sampai nanti ada persepsi yang berbeda, bahwa nanti bahwa BLT itu bisa dilakukan potongan.

Bahwa dengan BLT itu bisa digunakan untuk kegiatan yang lain, padahal BLT itu program pemerintah yang tujuannya untuk membantu meringankan beban warga masyarakat yang terdampak dengan pengalihan harga subsidi BBM.

"intinya, istri kepala Dusun itu menyadari apa yang dilakukannya itu tidak baik. kemudian uangnya sudah dikembalikan, dan dia juga sudah tidak akan mengulangi perbuatannya," beber AKBP Fahrurozi.

Pihaknya akan memberikan pembinaan dan pengawasan untuk meyakinkan bahwa hal itu tidak terjadi kembali, dan itu tidak terjadi juga di daerah yang lain.

"Jangan sampai nanti terjadi di daerah lain yang sifatnya betul-betul pungli," ujar AKBP Fahrurozi.

"Prinsipnya begini. bahwa mekanisme BLT ini kan sudah jelas. bahwa saat mekanismenya melalui pos giro, itu sifatnya adalah undangan, sesuai dengan daftar KPM," tambah AKBP Fahrurozi.

Ditegaskannya, terkait dengan BLT itu tidak ada biaya apapun yang dibebankan untuk bisa mengambil BLT itu.

"Kita perlu sosialisasikan ke masyarakat bahwa tidak ada biaya apapun yang dibebankan kepada masyarakat penerima manfaat untuk mengambil BLT.

"Sehingga kalau ada pungutan-pungutan, yang disampaikan oleh siapapun, terkait masalah itu (pungutan pada bansos atau BLT BBM, Red) maka itu adalah suatu kebohongan yang bisa juga merugikan yang bersangkutan dan silahkan laporkan kepada kita, nanti biar kita tindaklanjuti," pungkas AKBP Fahrurozi.

Diketahui, beredarnya video yang menunjukkan aksi pungli dilakukan oleh diduga istri Kadus Desa Sumberejo, Kecamatan Randublatung.

Masing-masing warga penerima BLT BBM dan Program Sembako ditarik Rp 20 riburibu per orangnya.

Video berdurasi 2 menit 50 detik itu memperlihatkan seorang perempuan separuh baya meminta uang tersebut akan digunakan untuk biaya fotokopi berkas dan membeli minuman. (kim)

Baca juga: 23 Orang dapat Penghargaan dari Kapolres Salatiga, Ini Alasannya

Baca juga: Polres Tegal Bagikan 350 Paket Sembako ke Nelayan Terdampak BBM Naik, Pembagian Sampai Tengah Laut

Baca juga: Serikat Pekerja Gelar Aksi di DPRD Karanganyar, Tuntut Perbaikan Upah

Baca juga: Stok Kantong Golongan Darah Kabupaten Kudus, Rabu 21 September 2022

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved