Berita Internasional

Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Vatikan Akui Beri Sanksi Sang Peraih Nobel Perdamaian

Uskup Carlo Belo dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur di Timor Leste selama periode 20 tahun.

Net
Ilustrasi Pencabulan 

TRIBUNJATENG.COM, VATICAN CITY - Uskup Carlo Belo dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki di bawah umur di Timor Leste selama periode 20 tahun.

Vatikan, Kamis (29/9/2022), mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi kepada Uskup Belo, demikian ia akrab disapa di Timor Leste dan Indonesia.

Uskup Belo adalah pemuka agama yang pernah menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1996.

Baca juga: Calon Pendeta Cabuli 12 Anak, Mengaku Punya Trauma Masa Lalu sebagai Korban Kekerasan Seksual

Juru bicara Vatikan Matteo Bruni mengatakan Uskum Belo pertama kali diselidiki oleh Vatikan pada 2019, di tengah tuduhan bahwa dia telah merudapaksa anak-anak dan membayar tutup mulut mereka.

"Mengingat tuduhan yang diterimanya (Uskup Belo), (Vatikan) memberlakukan pembatasan disipliner tertentu padanya pada September 2020,” kata Bruni, dikutip dari Kantor berita AFP.

Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Belo
Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Uskup Belo menunjukkan sertifikat dan medali di upacara Nobel 10 Desember 1996. Uskupp Belo dituduh lakukan pelecehan seksual anak laki-laki di Timor Timur tahun 1990-an, mengguncang Timor Leste dan memaksa pejabat di Vatikan dan ordo keagamaannya berebut memberikan jawaban.(AP Photo/Bjoern Sigurdsoen, File)

Sanksi ini termasuk berupa pembatasan gerak dan pelaksanaan pelayanan Uskup Belo.

Uskup Belo juga dilarang melakukan kontak sukarela dengan anak di bawah umur, wawancara dan kontak dengan Timor Leste.

“Langkah-langkah itu dimodifikasi dan diperkuat pada tahun 2021, dan Belo secara resmi menerimanya,” kata Bruni.

Pernyataan Vatikan ini muncul sehari setelah publikasi investigasi oleh surat kabar mingguan Belanda De Groene Amsterdammer, di mana Belo dituduh menyerang remaja dari 1980-an hingga 2000.

"Uskup merudapaksa dan melecehkan saya secara seksual malam itu," kata salah satu korban, seperti diberitakan De Groene Amsterdammer.

"Dia juga meninggalkan uang untuk saya. Itu dimaksudkan agar saya tutup mulut,” ungkap korban itu, yang sekarang berusia 45 tahun.

Sebagai seorang tokoh yang sangat dihormati di Timor Timur, Belo memenangkan Hadiah Nobel untuk perannya dalam membela hak asasi manusia di negara itu selama pendudukan Indonesia.

Dia mengundurkan diri dari jabatannya pada 2002 dengan alasan kesehatan.

 
Majalah De Groene Amsterdammer mengatakan telah berbicara dengan sekitar 20 orang, termasuk politisi dan anggota gereja lokal, yang mengetahui tuduhan terhadap Uskup Belo. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penerima Nobel Perdamaian Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksuak Anak, Vatikan Akui Sudah Beri Sanksi"

Baca juga: Calon Pendeta Pelaku Pencabulan Belasan Anak Rekam Aksi dengan HP, Foto dan Video untuk Ancam Korban

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved