Berita Sukoharjo

Hasil Pemutakhiran KPU Bulan September, Daftar Pemilih Berkelanjutan di Sukoharjo 655.102 Orang

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo telah melakukan Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan edisi September 2022,  Jumat (30/9/2022)

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rival al manaf
istimewa
Rapat koordinasi pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan bulan September 2022, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sukoharjo telah melakukan Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan edisi September 2022,  Jumat (30/9/2022). 

Kegiatan ini berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan. 

Daftar Pemilih Berkelanjutan diketahui berjumlah 655.102 pemilih.

Baca juga: Optimalkan Pajak Daerah, Pemkab Blora Tempatkan Alat Rekam Transaksi Pada Beberapa Objek Pajak

Baca juga: Pesan Terakhir Nadhiroh Personel Nasida Ria Sebelum Meninggal: Meski Sakit Aku Tetep Semangat

Baca juga: Aptrindo Usul Truk Usia 20 Tahun ke Atas Dimusnahkan, Ini Alasannya

Rinciannya,  pemilih laki-laki berjumlah 322.993 dan pemilih perempuan berjumlah 332.109 yang tersebar di 12 Kecamatan dan 167  Desa/Kelurahan serta 1.775 TPS di Kabupaten Sukoharjo.

Hasil rapat pleno menunjukkan, ada potensi pemilih baru sebanyak 2741 orang. Ini artinya ada potensi penambahan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu mendatang. 

"Jumlah Potensi Pemilih Baru sebanyak 2.741," kata Komisioner KPU Sukoharjo Suci Handayani, Jumat (30/9/2022) 

Namun selain ada potensi pemilih baru, ada pula pengurangan jumlah pemilih karena tak memenuhi syarat disebabkan meninggal. 
Jumlah pemilih tak memenuhi syarat itu mencapai 3404 orang. 

Suci mengatakan, pihaknya melakukan update pemilih setiap bulan. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak setelah Pilkada 2020 lalu, yakni mulai tahun 2021. 

Karena dalam perkembangannya, ada potensi penambahan atau pengurangan jumlah daftar pemilih karena berbagai faktor.

Baca juga: Wakil Wali Kota Semarang Minta Hotel yang Ada Berkolaborasi dengan Pelaku UMKM 

Baca juga: Bisakah Melakukan Pembersihan Karang Gigi di Puskesmas 

Baca juga: Ancam Sebar Foto Syur ke Instagram, Pemuda Asal Mlonggo Jepara Ini Cabuli Pacara 12 Kali

Untuk meng-update data pemilih tidak memenuhi syarat, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa untuk menginformasikan jika ada warganya meninggal. 

"Biasanya kalau ada warga meninggal, ada lelayu, itu disampaikan ke kami, " katanya

Data pemilih akan terus di-update sampai nanti ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara, sebelum ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap yang berhak mencoblos di Pemilu 2024. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved