Berita Demak

Mengenal Batik Mlatiharjan Demak, Ada Motif Masjid Agung, Biota Laut Hingga Tembang Ilir-Ilir

Batik kalau orang mendengar hanya di Pekalongan, Solo ataupun Jogja. Padahal di Jawa Tengah banyak sekali memilik batik.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
istimewa
Tempat usaha Batik Mlatiharjan Anik dan Arif di Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah Kabupaten Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Batik kalau orang mendengar hanya di Pekalongan, Solo ataupun Jogja.

Padahal di Jawa Tengah banyak sekali memilik batik, satu di antarnya di Kabupaten Demak.

Kabupaten Demak kerap dikenal sebagai Kota Wali banyak yang tidak mengetahui bahwa Kabupaten tersebut juga memiliki batik pesisir, dengan motif biota laut, motif buah belimbing atau jambu air, dan ornamen pintu blendek Masjid Agung.

Baca juga: Kisah Firman Setyaji Bawa Karya Perajin Eceng Gondok di Tuntang Dipamerkan di Eropa

Baca juga: Hasil Pemutakhiran KPU Bulan September, Daftar Pemilih Berkelanjutan di Sukoharjo 655.102 Orang

Baca juga: Optimalkan Pajak Daerah, Pemkab Blora Tempatkan Alat Rekam Transaksi Pada Beberapa Objek Pajak

Saat ini batik Demak hanya dikenal masyarakat sebagai batik bermotif buah-buahan seperti blimbing dan jambu air.

Satu di antarnya pengerajin Batik di Demak Kusmi Darminik dan Arif Purwanto warga Mlatiharjo yang memiliki UMKM Batik Mlatiharjan sudah berdiri dari tahun 2013 sampai sekarang.

"Sudah 9 tahun menekuni usaha batik ini," kata Anik sapaan akrabnya kepada Tribunjateng, Jumat (30/9/2022).

Anik bercerita awal bisa membatik menggunakan canting ataupun cap dari hasil pelatihan dari pihak desa.

"Ada pelatihan dari desa jadi kami ikut disana," ujarnya.

Setelah mendapatkan pelatihan, pihaknya saat ini menggunakan dua teknik membatik di antarnya cap dan canting atau batik tulis.

Dengan hobi suka mengambar, menjadi satu diantar bekal penting Anik bisa mengembangkan motiv batik miliknya.

Dari motiv buah kelengkeng hingga berbagai motiv lainnya sudah dibuatnya dalam waktu 9 tahun mengeluti dunia Batik.

"Motiv yang dari Desa Mlatiharjo itu buah klengkeng sama padi awalnya, saat ini sudah membuat ratusan motiv batik terutama motiv Demakan seperti motiv biota laut, motiv pertanian, motiv buah-buahan, dan motiv ornamen pintu Masjid Agung Demak," jelasnya.

Tidak hanya motiv khas Demak, Anik sempat membuat motiv batik ilir-ilir berasal dari tembang Jawa di tuangkan dalam batik, dan batik nusantara yang mengambarkan peta Indonesia.

"Motiv ilir-ilir itu kan tembang jawa diciptakan Sunan Kalijaga asli demak, jadi aku buat motiv ilir-ilir ada jambu dan irisan blimbing. Batik nusantara karena pas 17 Agustus memperingati kemerdekaan itu malah di namain oleh pelanggan jadi Batik Nusantara," ucpanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved