Banjir Mangkang Semarang
Benarkah Karena Proyek Normalisasi Sungai Beringin Semarang? Pemicu Banjir Mangkang Kemarin Sore
Kondisi saluran drainase yang tak mampu menampung debit air lantaran drainase jalan posisi lebih rendah daripada air sungai.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
Jembatan Muhammadiyah dan Hasanuddin berada di Mangkang WetanSedangkan jembatan Perahu di Mangunharjo.

Baca juga: Terima Kasih BSB, Tugu Perjuangan dan Taman Ngaliyan Diresmikan, Mbak Ita: Kota Semarang Makin Indah
Rekontruksi jembatan dilakukan seusia desain terutama lebar jembatan agar menyesuaikan kontruksi Sungai Beringin.
"Jembatan existing saat ini sudah rendah kalau banjir alami penyempitan," paparnya.
Menurut Dani, panjang proyek kontruksi normalisasi Sungai Beringin Semarang sepanjang 4,25 kilometer.
Nantinya, lebar sungai rata-rata menjadi 25 meter di bagian hulu dan 30 meter di hilir.
Luasan Sungai Beringin di kondisi tersebut akan mampu menampung debit air sebesar 371 meter kubik perdetik atau tiga kali lipat daya tampungnya dibandingkan dengan kondisi sungai sekarang.
Sungai Beringin Semarang sebelum ditangani hanya mampu menampung 100 meter kubik perdetik.
Sebagai gambaran banjir kemarin itu di angka kisaran 250 kubik perdetik.
"Jadi ditingkatkan tiga kali lipatnya," katanya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman mengatakan, banjir terjadi disamping lantaran curah hujan tinggi, baik dari wilayah atas maupun bawah ternyata disebabkan normalisasi Sungai Beringin.
Sebab ada beberapa simpul titik pertemuan anak sungai dengan Sungai Beringin Semarang mestinya harus dipasang pintu terlebih dahulu, malah ditinggal.
"Kami minta alat berat menutup terlebih dahulu menggunakan tanah, baru itu aman tapi air campur lumpur sudah terlanjur masuk rumah," bebernya kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/10/2022) malam.
Ada empat titik yang menjadi pintu masuk air banjir masuk ke permukiman warga yakni di RW 06 dan RW 07 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Ditambah di Mangkang Wetan ada celah di pinggiran sungai persisnya di RW 01 dan RW 07.

Baca juga: Inilah Penampakan Pasangan Yang Buang Bayi di Jalan Wologito Semarang
Ia mengatakan, petugas proyek lebih mengejar pemasangan sheet pile atau tiang pancang terlebih dahulu sehingga pintu yang belum terpasang membuat air masuk lewati titik tersebut.