Berita Pekalongan
Wanita Asal Wonopringgo Pekalongan Ini Akhiri Hidupnya dengan Selendang, Diah: Saya Syok
Warga Kecamatan Wonopringgo Pekalongan nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Warga Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya.
Kapolsek Wonopringgo AKP Mustadi mengatakan, korban bernama Khotimah Tunil Hayati (26) warga Desa Gondang RT 5 RW 2, Kecamatan Wonopringgo.
"Kita mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.00 WIB, adanya orang yang gantung diri."
"Waktu ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang tengah rumahnya," kata Kapolsek Wonopringgo AKP Mustadi kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/10/2022) malam.
Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya yang bernama Dewi Ratna Sari (17) yang saat itu ia baru pulang kerja.
"Melihat kakaknya gantung diri, adiknya langsung minta bantuan tetangga untuk memotong selendang yang digunakan untuk gantung diri oleh kakaknya," imbuhnya.

Kemudian, warga desa setempat langsung melaporkan ke RT dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Wonopringgo.
"Tim INAFIS dari Polres Pekalongan langsung melakukan olah TKP di lokasi. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda-tanda kekerasan dan ini murni gantung diri," ucapnya.
Mustadi menambahkan, dari keterangan keluarga bahwa korban ini mengalami gangguan jiwa. Hal ini, berdasarkan adanya surat dari rumah jiwa yang ada di Semarang.
"Ada surat keterangan, bahwa korban pernah dirawat di rumah jiwa yang ada di Semarang selama 2 kali, terakhir itu pada bulan puasa ramadhan kemarin," tambahnya.
Sementara itu, Diah Ratna Sari (22) tetangga korban menceritakan, kejadian itu sekitar pukul 16.00 WIB.
Saat itu ia berada di rumah, tiba-tiba adiknya korban setelah pulang kerja teriak-teriak minta tolong ke rumahnya.
"Saya syok mendengar cerita kalau kakaknya gantung diri. Saya awalnya tidak begitu percaya awalnya, setelah dilihat ternyata benar," katanya.
Kemudian, ia menolong dengan semaksimal mungkin untuk mengevakuasi korban.
"Saya tidak tahu, apakah itu baru atau sudah lama gantung diri. Intinya, saya menolong sebisa mungkin, apakah masih diselamatkan atau tidak. Akan tetapi, slendang itu melilit leher korban sangat kencang sekali."
"Sehingga minta tolong bapak-bapak yang ada di rumah sekitar untuk memotong slendang tersebut," imbuhnya.
Setelah berhasil melepas slendang tersebut, korban ternyata sudah meninggal dunia.
Ia mengungkapkan, korban ini juga pernah dirawat di rumah sakit jiwa di Semarang
"Memang dulu korban pernah dibawa ke rumah sakit jiwa di Semarang. Setahu saya dua kali," ungkapnya. (*)