Kriminal Hari Ini
Cerita Awal Terbongkarnya Pabrik Uang Palsu di Sukoharjo, Tertangkapnya Pengedar di Mesuji Lampung
pengungkapan praktik produksi uang palsu itu merupakan pengembangan dari kasus serupa yang ditangani Polres Mesuji, Lampung beberapa waktu lalu.
"Uang palsu itu juga dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari."
"Kemudian juga menjual uang palsu, Rp 1 juta dijual Rp 300 ribu," jelas Irjen Pol Ahmad Luthfi.
Baca juga: Pemkab Sukoharjo Gelar Gebbraks di Alun-alun, Ada Pameran Buku hingga Pentas Budaya
Sementara itu, ketika dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, pemilik percetakan Irvan Mahendra mengaku tidak ada pemesan khusus dari upal yang diproduksinya.
Dia belajar mencetak upal tersebut dari temannya.
"Saat ini belum dapat untung sama sekali."
"Saya tidak tahu (uang diedarkan ke mana saja)," jelas dia.
"Tidak pernah membelanjakan, saya kebanyakan di luar, tidak sering di tempat produksi," kata pemilik percetakan Irvan Mahendra.
Tiap Orang Punya Peran
Para pelaku yang mencetak uang palsu besar-besaran di Kabupaten Sukoharjo, mempunyai peran sendiri-sendiri.
Pabrik pencetak uang itu dibongkar polidi di wilayah Kampung Larangan, Kelurahan Gayam.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menuturkan, dalam penggerebekan itu, pihaknya mendapat barang bukti uang palsu pecahan Rp 100 ribu sejumlah 8.345 lembar dengan total Rp 835.400.000.
"Uang palsu tersebut dibuat di tempat percetakan buku dan kertas," kata dia.
Baca juga: 110 Pedagang Pasar Tradisional Jualan di Grab Mart Kerjasama dengan Pemkab Sukoharjo
Menurutnya, pengungkapan praktik produksi uang palsu itu merupakan pengembangan dari kasus serupa yang ditangani Polres Mesuji, Lampung beberapa waktu lalu.
Kapolres menyebut, di wilayah hukum Polres Mesuji diketahui terdapat distribusi uang palsu hasil droping dari wilayah Jawa Tengah, tepatnya Sukoharjo.
"Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan lima pelaku yang berperan sebagai pembuat dan pengedar uang palsu," jelasnya.