Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Elon Musk Wajibkan Karyawan Twitter Kerja di Kantor 40 Jam Tiap Pekan, Libur Bulanan Juga Dihapus

CEO baru Twitter Inc, Elon Musk mengumumkan kebijakan baru melarang bekerja jarak jauh atau work from home (WFH).

Tayang:
Editor: deni setiawan
Odd ANDERSEN / AFP
Elon Musk. 

TRIBUNJATENG.COM, CALIFORNIA – Pro kontra kebijakan Elon Musk di Twitter masih terjadi hingga saat ini.

Pasca mengakuisisi Twitter, beberapa aturan atau kebijakan Elon Musk memang dianggap memberatkan para karyawannya.

Sehingga tak sedikit di antara mereka memilih untuk mengundurkan diri atau mengajukan resign.

Dari beberapa aturan baru itu, salah satunya yang cukup mencolok adalah jam kerja karyawan yang harus 40 jam per pekan.

Selain itu menghilangkan hari libur bulanan di Twitter.

Baca juga: Elon Musk Kembali Jual Saham Tesla, Buat Tambahan Modal Akuisisi Twitter?

CEO baru Twitter Inc, Elon Musk mengumumkan kebijakan baru melarang bekerja jarak jauh atau work from home (WFH).

Selain itu, Elon Musk pun mewajibkan semua karyawannya untuk melakukan kerja di kantor setidaknya 40 jam per minggu.

Dengan kebijakan baru ini nantinya semua karyawan Twitter diharuskan untuk bekerja di kantor.

Ini setelah beberapa minggu terakhir para pegawai platform berlogo burung biru itu melakukan WFH akibat melonjaknya kasus penyebaran Covid -19 di sejumlah wilayah.

“Perubahan haluan Twitter akan membutuhkan kerja yang intens."

"Pekerjaan jarak jauh tidak akan lagi diizinkan dan karyawan diharapkan berada di kantor 40 jam per minggu, dengan pengecualian tertentu,” jelas Musk seperti dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Gandeng Perusahaan Teknologi Synchron, Elon Musk Lanjutkan Proyek Implan Chip ke Otak Manusia

Baca juga: Alasan Elon Musk Pecat 50 Persen Pegawai Twitter, Kehilangan Rp 62,5 Miliar Tiap Hari

Pengumuman tersebut disampaikan Elon Musk melalui pesan email untuk semua karyawan Twitter pada Rabu (9/11/2022).

Kebijakan baru tersebut diambil Musk untuk mempercepat kinerja Twitter dalam meluncurkan inovasi - inovasi canggih yang baru.

Meski kebijakan yang diambil Musk mendapat banyak respon negatif dari para karyawan dan investor, namun hal tersebut tak menggoyahkan rencana miliarder kondang ini.

Menurut Musk, cara yang diterapkannya dapat meningkatkan kinerja Twitter sehingga perusahaan dapat mempercepat peluncuran inovasi baru.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved