Pospenas IX di Solo

Alasan Miliki Kemampuan Public Speaking, Hengki Ditunjuk Ikuti Stand Up Comedy di Pospenas IX Solo

Dalam lomba stand up comedy Pospenas IX, originalitas materi, imajinasi, penampilan, serta etika menjadi beberapa poin penilaian para juri.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Juri mengalungkan medali kepada Hengki Juara 2 lomba stand up comedy Pospenas IX 2022 di Cafe Kulonuwun Surakarta, Kamis (24/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Muhammad Hengki Fernando, kontingen asal Jawa Timur meraih Juara 2 lomba stand up comedy Pospenas IX 2022 di Kota Surakarta.

Perlombaan tersebut diikuti 9 peserta dari kontingen DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Sumantera Selatan.

Perlombaan tersebut digelar selama satu hari di Cafe Kulonuwun Surakarta, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Balqis Bangga Sumbang Medali Untuk Kontingen Jateng Lomba Standup Comedy Pospenas IX Solo

Masing-masing peserta tampil dengan durasi 10 menit.

Dalam kejuaraan tersebut, originalitas materi, imajinasi, penampilan, serta etika menjadi beberapa poin penilaian para juri.

Hengki sapaan akrabnya menceritakan, baru pertama kali open mic atau stand up comedy.

Kendati demikian, sebelumnya dia telah memiliki kemampuan public speaking.

Baca juga: Dzulfikar Santri Asal Malang Jadi Pelari Tercepat 400 Meter di Pospenas IX Solo

Baca juga: Tim Hadroh Asal Gianyar Bali Butuh 1,5 Bulan Persiapan, Ranfi: Kami Ikut Pospenas IX Sudah Senang

Hal tersebut menjadi pertimbangan pembinan Ponpes menunjuk Hengki untuk mengikuti lomba stand up comedy Pospenas IX 2022 di Surakarta ini.

"Yang penting maju dulu, soal lucu itu bisa belajar," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (24/11/2022).

Menurutnya, guru pembina turut andil dalam persiapan sebelum perlombaan.

Materi lomba dibuatnya dalam sehari.

Dalam perlombaan tersebut, Hengki membawakan materi tentang kehidupan santri dan persatuan.

Baca juga: Gunakan Tangan Kiri, Zarkasi Santri dari Kalimantan Barat Ikuti Lomba Kaligrafi Pospenas IX di Solo

Di pondoknya, terang Hengki, santri diajarkan supaya menjadi orang yang adaptif dan dinamisator.

Dalam artian bisa beradaptasi dalam keadaan dan lingkungan apapun.

Adanya lomba stand up comedy Pospenas IX ini dapat menjadi wadah santri muda untuk berdakwah dengan sisipan humor.

"Saya sangat mengapresiasi Pospenas ini."

"Bisa menjadi wadah bakat santri yang selama ini belum tertampung," ucapnya. (*)

Baca juga: Guru Cabul di Batang Terancam 20 Tahun Penjara, Kejari: Bisa Seumur Hidup Karena Korbannya Banyak

Baca juga: Sosok Muhammad Zufron yang Ajarkan Murid Tuna Netra Melihat Dengan Ilmu Pengetahuan

Baca juga: Penerapan Problem Based Learning dalam Memecahkan Soal Cerita Matematika

Baca juga: Mobil Patroli Satpol PP Tabrak Pagar Alun-alun Kota Tegal 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved