Berita Semarang

Tuntutan Susi Semarang ke Perhutani Kendal soal Kematian Suaminya Tertimpa Pohon Tumbang

Susi Handayani (30) kini masih terbaring lemah di klinik Assalamah, dekat rumahnya.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Susi Handayani (30) saat menunjukkan hasil rontgen kepala anaknya yang retak akibat tertimpa pohon Perhutani yang merenggut pula nyawa suaminya, di Kota Semarang, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Susi Handayani (30) kini masih terbaring lemah di klinik Assalamah, dekat rumahnya di perbatasan Kota Semarang-Kendal.

Ia harus opname akibat terkena sakit tifus.

Perempuan itu adalah istri dari Avieq Avendi (31) pemotor yang meninggal dunia tertimpa pohon jati saat melintas di Jalan Palir Kaliancar, Ngaliyan, Kota Semarang, Jumat (7/10/2022).
Ia kelelahan selepas hampir dua bulan ini harus berjibaku mengurus  keluarganya.

Ia kehilangan suami, dan kedua anaknya harus alami luka-luka selepas kejadian pohon tumbang tersebut.

"Iya saya kena tifus, asal lambung naik, ini dirawat di klinik, seumur hidup baru sekali ini diopname," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (24/11/2022).

Kendati sakit, ia masih berupaya untuk memperjuangkan kesembuhan anaknya.

Ia meminta kepada beberapa pihak seperti Perhutani supaya mau membantu biaya pemulihan anak keduanya yang alami luka parah di kepala akibat terkena pohon jati tumbang di kawasan Perhutani.

"Iya, anak kedua saya Asyalin masih usia dua tahun harus tiga kali operasi, tempurung otaknya sementara ini dipindah sehingga kepala sisi kanan cekung," katanya.

Ia pun berharap ada beasiswa pendidikan bagi kedua anaknya yang menjadi korban.

Apalagi sekarang ia adalah orangtua tunggal. Tentu berat baginya yang hanya seorang pekerja pabrik harus menanggung dua anak.

"Kejadian ini dampaknya bakal kami tanggung seumur hidup, saya hanya ingin ada masa depan buat kedua anak saya," jelasnya.

Ia menyebut, Perhutani memang sempat datang ke rumahnya selama dua kali.

Pertama, saat pemakaman suaminya lalu pihak Perhutani memberikan uang sebesar Rp3 juta.

Uang itu habis digunakan untuk biaya pemakaman.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved