Berita Kudus
Ini Penyebab Angka Stunting di Kudus Capai 6,57 %
Stunting menjadi permasalahan utama dalam setiap daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Kudus yang terus berkonsisten
Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNMURIA.COM, KUDUS – Stunting menjadi permasalahan utama dalam setiap daerah di Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Kudus yang terus berkonsisten untuk melakukan penanganan kasus stunting.
Penyebab stunting yang utama lantaran kurangnya pemenuhan gizi pada anak, sehingga menyebabkan pertumbuhan tidak maskimal.
Hal tersebut, dikatakan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto saat dikonfirmasi Tribunmuria, Senin (28/11/2022).
"Stunting terjadi karena asupan yang diberikan kepada anak tidak maksimal. Faktor penyebabnya, seringnya karena orang tua dalam hal ini ibu yang sibuk. Kemudian anak dititipkan ke neneknya yang belum paham soal pemberian gizi yang benar," terangnya.
Apalagi, anak berusia dua hingga lima tahun merupakan usia yang harus menjadi perhatian.
Utamanya, di usia 0-6 bulan menurut Nuryanto balita harus diberi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif.
"Di usia 0-6 bulan balita harus diberi ASI eksklusif dari ibu tanpa harus diberi makanan tambahan," sambungnya.
Pemberian makanan tambahan di usia tersebut belum dianjurkan karena lambung bayi yang ukurannya masih sebesar kelereng.
Ketika diberikan makanan tambahan justru dapat mengakibatkan permasalahan lain seperti kencing manis dan juga kanker.
Kemudian, di usia 6 bulan hingga 1 tahun balita baru diperbolehkan untuk diberi makanan yang lunak dan kaya akan protein, salah satunya bubur.
"Usia satu tahun sampai dua tahun tetap diberi ASI eksklusif ditambah dengan susu formula dan bubur. Selain itu bisa dengan telur ayam dan daging yang sudah dihaluskan," terangnya.
Ketika sudah berusia lima tahun, asupan gizi harus seimbang. Mulai dari asupan karbohidrat, protein, lemak, dan multivitamin.
"Hal-hal itu yang jarang diperhatikan orang tua karena faktor kesibukan. Sehingga balita menjadi stunting," ujarnya.
Pihak DKK Kudus terus berupaya untuk mencegah kasus stunting di Kabupaten Kudus. Yakni melalui edukasi.
"Kami terus lakukan edukasi terkait pencegahan stunting. Harapannya dapat menekan angka stunting," imbuhnya.