Berita Pekalongan

PDAM Kajen Turunkan Target Program Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR MBR)

Perusahaan Air Minum Tirta Kajen Kab. Pekalongan tahun ini masih buka program SR MBR.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Direktur PDAM Tirta Kajen Nur Wachid 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Perusahaan Air Minum Tirta Kajen atau PDAM Kabupaten Pekalongan tahun ini masih membuka program Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR MBR).

Langkah ini dilakukan, dalam rangka memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan air bersih.

Direktur Perusahaan Air Minum Tirta Kajen, Nur Wachid mengatakan untuk tahun ini pihaknya menurunkan target jumlah pemasang. Pada periode sebelumnya, jumlah peserta MBR sebanyak 1.750 dan periode sekarang sebanyak 1000 nasabah.

Penurunan target ini dilakukan, lantaran sudah cukup banyak masyarakat yang mengakses atau mengikuti program MBR.

"Target itu diturunkan karena secara total jumlah sambungan dari program itu sudah banyak. Tiap periode selalu mencapai target. "

"Periode tahun 2022 sudah terpasang semua sesuai target, sebanyak 1.750 sambungan. Untuk tahun 2023, kami hanya sediakan kuota 1000. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai peserta MBR, silahkan datang ke kantor PDAM," kata Direktur Perusahaan Air Minum Tirta Kajen, Nur Wachid, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, program MBR ini memang tengah diburu masyarakat. Pasalnya, biaya pemasangan sambungan hanya Rp 500 ribu.

Hal ini jauh lebih murah, dari pemasangan reguler yang biayanya lebih dari Rp 1 juta.

"Program MBR ini punya kualifikasi atau persyaratan khusus. Salah satunya, calon pemasang sambungan ini memang dari keluarga berpenghasilan rendah. Selain itu peruntukkannya juga untuk rumah tangga, bukan untuk niaga," ujarnya.

Keuntungan lainnya menjadi pelanggan PDAM untuk program MBR yakni, selama dua bulan digratiskan atau dibebaskan dalam membayar tagihan rekening.

Biasanya, pembebasan biaya tagihan setelah dilakukan penyambungan instalasi PDAM ke rumah calon nasabah.

"Dengan demikian, pelanggan baru dalam progam ini di bulan ketiga baru membayar tagihan rekening bulanan," imbuhnya.

Nur Wachid, menambahkan dalam menjalankan program SR MBR, PDAM Kabupaten Pekalongan juga menggandeng perangkat di desa-desa. Wilaha Kabupaten Pekalongan sangat luas yakni ada 19 kecamatan, sehingga dalam menyosialisasikan program ini perlu menggandeng pihak di pedesaan.

"Namun, dalam menggandeng mereka kami tidak memaksa karena kondisi masing-masing daerah berbeda. Kadang ada yang daerahnya banyak kegiatan yang membuat perangkat desanya sibuk, dengan urusan tersebut sehingga belum sempat menyosialisaskannya," tambahnya. (*)

Baca juga: PDAM Kajen Mulai Pasang Sambungan Baru Program Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Baca juga: 4.000 Pelanggan PDAM Kajen di Kecamatan Doro Harap Bersabar, Banyak Pipa Air Rusak Gara-gara Longsor

Baca juga: Bulan Juli, Pemasangan Sambungan Baru PDAM Kajen Direalisasikan

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved