Berita Pati

Pj Bupati Pati Henggar Minta Bunda Forum Anak Kecamatan Sukseskan Program "Ojo Kawin Bocah"

Pemerintah Kabupaten Pati berupaya untuk menekan angka pernikahan dini.

Tribun Jateng/Mazka Hauzan Naufal
Pengukuhan Bunda Forum Anak Kecamatan di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pemerintah Kabupaten Pati berupaya untuk menekan angka pernikahan dini.

Hal ini, kata Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, merupakan bagian dari program “Ojo Kawin Bocah” yang dicanangkan pemerintah.

Dalam rangka menyukseskan program tersebut, di Kabupaten Pati telah dikukuhkan Bunda Forum Anak tingkat kecamatan.

Pengukuhan Bunda Forum Anak seluruh kecamatan di Pati dilakukan oleh Pj Ketua Tim Penggerak PKK, Faiza Henggar, di Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (9/12/2022).

“Pengukuhan Bunda Forum Anak di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati
Ini merupakan turunan dari pengukuhan bunda forum anak di tingkat provinsi dan kabupaten. Goalnya, tujuannya, adalah menyosialisasikan program pemerintah ‘Ojo Kawin Bocah’,” ucap Henggar pada TribunJateng.com, Sabtu (10/12/2022).

Mencegah anak menikah dini, lanjut dia, merupakan upaya untuk mencapai generasi Indonesia Emas 2045.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3AKB) Kabupaten Pati, Indriyanto, berharap Bunda Forum Anak Kecamatan dapat menjadi pemicu penegakan perlindungan terhadap anak.

“Salah satunya, seperti yang disampaikan Pj Bupati, ialah lewat program ojo kawin bocah. Selain itu Bunda Forum Anak ini kami harapkan jadi pelopor dan pelapor. Pelopor pemenuhan hak anak dan pelapor jika terjadi kekerasan terhadap anak,” jelas dia.

Dengan demikian, Pati bisa diwujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) Paripurna.

Senada, Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pati Faiza Henggar mengatakan, terbentuknya Forum Bunda Anak Kecamatan diharapkan dapat mewujudkan Kabupaten Pati Layak Anak. 

Faiza mengungkapkan, langkah strategis dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak harus dimulai dari tingkat mikro, yakni meliputi peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender melalui optimalisasi peran ibu dan keluarga dalam mendidik dan mengasuh anak. 

"Juga pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Pencegahan pekerja anak dan, Pencegahan perkawinan anak," ungkap dia. 

Kepada kepala desa perempuan di Kabupaten Pati, Faiza mengimbau agar dapat berperan sebagai agen perubahan vital yang memahami secara persis kondisi dan kebutuhan perempuan dan anak di wilayahnya. 

"Kepala desa perempuan harus terus mengasah diri agar mampu memberikan pendampingan dan berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan dan anak," tegas dia. 

Untuk diketahui, pengukuhan Bunda Forum Anak Kecamatan di Pati juga diikuti dengan Penandatanganan Komitmen dan Sinergitas Kinerja dalam rangka Terwujudnya Anugerah Parahitha Ekapraya (APE) dan Kabupaten Pati Layak Anak (KLA).

Telah dilakukan pula sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). (*)

Baca juga: Kembali Terpilih Ketua Umum IKA FH UNNES, Muhtar Said: Alumni Harus Saling Mempromosikan

Baca juga: UPDATE : 10 Warga Manyaran, Semarang, Korban Laka Maut Di Magetan, Telah Menjalani Operasi Di RSWN

Baca juga: Hasil Babak II Skor 1-0 Maroko Vs Portugal Piala Dunia 2022, Sepak Mula! Masih Berlangsung

Baca juga: Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, Komisi Vii DPR-RI Resmikan SPKLU PLN UID JATENG DIY

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved