Fokus

Fokus: Panggil Mbak Rara

Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, dengan intensitas hujan yang sangat tinggi, ba

Penulis: arief novianto | Editor: m nur huda
tribun jateng
Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Arief Novianto 

Tajuk Ditulis Oleh Wartawan Tribun Jateng, Arief Novianto

TRIBUNJATENG.COM - "Pemkot Semarang koyone kudu ngundang Mbak Rara ki, ben udane iso mandek. Soale banjire parah. Nang ngendi-ngendi banjir (Pemkot Semarang sepertinya harus memanggil Mbak Rara ini, agar hujannya bisa berhenti. Soalnya banjirnya parah. Di mana-mana banjir-Red)," kata satu tetangga saya, dalam diskusi ngalor-ngidul di pos ronda kampung, kemarin malam.

Yah, hal itu diungkapkan tetangga saya menanggapi fenomena cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir, dengan intensitas hujan yang sangat tinggi, bahkan cenderung turun dalam waktu cukup lama.

Sementara, seperti diketahui, Mbak Rara dikenal luas sebagai pawang hujan yang sempat menjadi perhatian nasional, bahkan internasional, setelah aksinya yang diklaim berhasil menghentikan hujan dalam gelaran MotoGP Mandalika 2022.

Wanita bernama lengkap Rara Isti Wulandari itupun mengaku sudah belajar menjadi pawang hujan sejak usia 9 tahun. Bahkan, ia menyebut dirinya mampu berkomunikasi dengan alam.

Adapun, intensitas hujan yang sangat tinggi di Kota Semarang terjadi pada Jumat (30/12) malam lalu, dan berlanjut hingga Sabtu (31/12). Hujan pada Sabtu lalu bahkan sangat deras, dan berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Hal itupun mengakibatkan berbagai wilayah di Kota Semarang tergenang banjir, khususnya daerah Semarang bawah. Tak hanya di Kota Semarang, banjir akibat cuaca ekstrem juga terjadi di sejumlah wilayah pantura, seperti Pemalang, Pekalongan, Batang, Demak, Kudus, Jepara, dan Pati.

Khusus di Kota Semarang, banjir pada Sabtu (31/12) lalu setidaknya terjadi 24 titik, dengan ketinggian air bervariasi, dari 10 sentimeter hingga 60 sentimeter. Setidaknya, banjir terjadi di Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu; Bubakan, Semarang Tengah; Jalan Kakap, Kuningan, Semarang Utara; Puri Anjasmoro, Semarang Barat; Simongan samping Sam Po Kong, Semarang Barat; Bawah jembatan tol Kaligawe, Genuk; Depan RSI Sultan Agung, Genuk.

Selain itu, banjir juga menggenangi Sidorejo Jolotundo, Gayamsari; Jalan MT Haryono, Semarang Tengah; Jalan Pedurungan Kidul, Pedurungan; Jalan Pusponjolo, Semarang Barat; kawasan sekitar Mal Paragon, Semarang Tengah; Jalan Pedurungan Tengah, Pedurungan.

Banjir juga tercatat di Terminal Penggaron, Genuk; kawasan Tlogosari, Pedurungan; Terowongan USM, Pedurungan; Kawasan Pekojan, Semarang Tengah; Jalan Gajahmada, Semarang Tengah; kawasan Simpanglima; dan kawasan Perumahan Semarang Indah, Semarang Barat.

Tampaknya, banjir masih terus menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemkot Semarang, mengingat masih banyaknya kawasan yang tergenang. Dampak bencana hidrometeorologi itu juga menyebabkan banyaknya warga yang harus mengungsi. Bahkan, banjir pada akhir pekan lalu yang juga menimbulkan korban jiwa.

Hal itu menimpa dua mahasiswa yang tewas tersengat listrik ketika banjir di wilayah Genuk Kota Semarang. Dua mahasiswa itu diketahui bernama Dinda Shefira Angelita dan Muh Kenabeel yang tersengat listrik di Jalan Kapas Timur pada Sabtu (31/12) lalu.

Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Semarang (UP3), Elpis Sinambela menerangkan, saat kejadian dua mahasiswa tersengat listrik di Genuk, pihak PLN mendapat permintaan pemadaman listrik pada pukul 21.40. Saat adanya permintaan itu, kondisi korban telah meninggal dunia.

"Cuacane memang lagi musim udan, yo wajar nek udane terus-terusan. Yo mugo-mugo wae Pemkot Semarang iso segera ngatasi banjir, mbuh sampe tahun kapan (Cuacanya memang lagi musim hujan, jadi wajar kalau hujannya terus-terusan. Ya semoga saja Pemkot Semarang bisa segera mengatasi banjir, entah sampai tahun berapa-Red)," ujar satu tetangga saya yang lain. (*tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved