Berita Sragen

Lahan Eks Pasar Nglangon Sragen Bakal Jadi Sentra Batik, Pendestrian Dikonsep Ala Malioboro

Kios renteng di Jalan Ahmad Yani akan dibongkar dan dibangun pedestrian yang luas dengan konsep seperti Jalan Malioboro Yogyakarta.

TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Suasana dan kondisi kawasan kios renteng Batuar di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, Rabu (4/1/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Lahan bekas Pasar Nglangon di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen akan menjadi sentra batik tiga lantai pada tahun ini.

Pembangunan dilakukan seusai Pasar Terpadu Sukowati Sragen rampung.

Kios renteng di Jalan Ahmad Yani akan dibongkar dan dibangun pedestrian yang luas dengan konsep seperti Jalan Malioboro Yogyakarta.

Sementara Pasar Joko Tingkir Sragen akan menjadi ruang terbuka hijau.

Baca juga: Komplotan Pencuri Motor di Persawahan di Sragen Diringkus Setelah Maling 6 Kendaraan

Baca juga: PPPK Guru di Sragen Berpeluang Jadi Kepala Sekolah, Wajib Miliki Dua Syarat Ini

"Pasar Nglangon Sragen akan digunakan untuk sentra batik."

"Seperti factory sharing di Gemolong untuk sentra mebel."

"Pasar Joko Tingkir akan kami jadikan open space, terbuka untuk taman," kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati kepada Tribunjateng.com, Rabu (4/1/2023).

Yuni mengatakan, masyarakat bisa menikmati suasana dengan dilengkapi bangku-bangku taman yang nyaman di sepanjang Jalan Ahmad Yani Sragen.

Bupati melanjutkan, rencana ini merupakan konsep pengembangan kota.

Dimana akan ada sektor jasa, pasar, hotel, hingga pusat pemerintahan di kawasan Jalan Dr Sutomo, Sragen Kulon.

"Detail Engineering Design (DED) sudah disampaikan kepada kami."

"Trotoarnya bagus, ada 3 tipe, yang kami pilih tentu yang paling bagus dan mahal, tidak tanggung-tanggung," sambung Yuni.

Baca juga: Nasib Lima Remaja Sragen Setelah Diringkus Polisi Karena Tawuran

Baca juga: 11 Pejabat Eselon II Pemkab Sragen Dimutasi, 5 Posisi Masih Kosong, Berikut Nama dan Jabatan Barunya

Sekda Kabupaten Sragen, Hargiyanto menambahkan, Pemkab Sragen mulai berbenah dengan menata kawasan.

Dia berharap, penataan ini akan menjadi daya tarik bagi orang luar Sragen untuk datang.

Dengan begitu, harapan pertumbuhan ekonomi akan terdorong.

Semua perencanaan itu dibuat sudah didasarkan pada regulasi yang ada.

Sementara itu Kepala Diskumindag Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto mengatakan, pembangunan sentra batik itu usulan Pemkab Sragen ke Kementerian Perindustrian.

Cosmas sapaan akrabnya mengatakan, untuk lelang tetap melalui ULP PBJ Sragen.

Lelang dimulai dari pekerjaan pengawasan kemudian lelang pembangunan fisik pada Januari 2023. (*)

Baca juga: 75 Anggota PPK Dilantik, Ketua KPU Batang: Sekretariat Harus Terbentuk Maksimal 7 Hari

Baca juga: Jasad Dua Bocah Kakak Beradik Ditemukan Berpelukan Setelah Keduanya Tewas Tercebur di Kolam

Baca juga: Kronologi Istri Polisi di Tegal Dituntut Rp 100 Juta Karena Menuduh Wanita Pelakor

Baca juga: Pengungsi Banjir Kudus di Aula DPRD Terus Bertambah

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved