Berita Pati

Waspadai Air Kiriman, Pj Bupati Pati Tinjau Bendung Wilalung Kudus

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro datang memantau pintu air BPBWL di perbatasan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
Prokompim Setda Kabupaten Pati
Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro datang memantau pintu air Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) di perbatasan Desa Kalirejo Undaan Kudus dan Desa Wilalung Demak, Selasa (10/1/2023) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro datang memantau pintu air Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) di perbatasan Desa Kalirejo Undaan Kudus dan Desa Wilalung Demak, Selasa (10/1/2023) sore.

Turut pula dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Pati, Dandim 0718/Pati dan Plt Kepala DPUTR. 

Bendungan tersebut memiliki sembilan pintu, tujuh mengarah ke Sungai Juwana dan dua lainnya mengarah ke Sungai Wulan. 

Jika debit sungai melebihi batas maksimal 800 m3/detik maka sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), otoritas berwenang harus mengurangi beban air sungai yang mengalir ke Sungai Wulan dengan membuka pintu air yang mengarah ke Sungai Juwana secara bertahap. 

Henggar menjelaskan bahwa debit air di Bendungan Wilalung ini kemarin mencapai 900 meter kubik per detik di mana kondisi seperti itu sudah di atas ambang maksimal. 

Kondisi demikian mengharuskan salah satu pintu air yang mengarah ke Sungai Juwana harus dibuka. 

Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro datang memantau pintu air Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) di perbatasan Desa Kalirejo Undaan Kudus dan Desa Wilalung Demak, Selasa (10/1/2023) sore.
Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro datang memantau pintu air Bangunan Pengendali Bendung Wilalung Lama (BPBWL) di perbatasan Desa Kalirejo Undaan Kudus dan Desa Wilalung Demak, Selasa (10/1/2023) sore. (Prokompim Setda Kabupaten Pati)

Hal ini menyebabkan adanya air kiriman menuju wilayah Kabupaten Pati mulai dari Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Winong, Jakenan, Juwana, dan sekitarnya. 

Usai kunjungan Pj Bupati, debit air sudah berkurang di angka 500 meter kubik.

"Semoga cuaca semakin membaik dan banjir berangsur surut walau beberapa titik lokasi banjir mengalami kenaikan karena aliran air yang lambat," tutur Henggar sesuai rilis Prokompim Setda Kabupaten Pati, Rabu (11/1/2023).

Henggar berharap, dalam penataan pengelolaan air, seluruh pemangku kepentingan bekerja sama melakukan langkah komprehensif guna pengendalian banjir dan bencana alam. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved