Kriminal Hari Ini

Apa Kabar Kasus Rudapaksa Terhadap Korban Difabel di Blora? Ini Kata Kapolres AKBP Fahrurozi

AKBP Fahrurozi berharap, jika ada warga masyarakat yang mengetahui informasi-informasi terkait peristiwa tersebut agar melaporkan kepada Polres Blora.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AHMAD MUSTAKIM
Suasana konferensi pers kasus rudapaksa terhadap difabel di wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora digelar di Aula Arya Guna Polres Blora, Jumat (13/1/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Konferensi pers kasus rudapaksa terhadap difabel di wilayah Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora digelar di Aula Arya Guna Polres Blora, Jumat (13/1/2023). 

Hadir dalam konferensi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman, Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, Wakapolres Blora Kompol Christian Chrisye Lolowang, Kasat Reskrim AKP Supriyono, dan Pejabat Utama Polres Blora.

Kemudian perwakilan Dinsos Kabupaten Blora, bidan pendamping, dan tokoh masyarakat, serta awak media massa.

Kapolres Blora, AKBP Fahrurozi menyampaikan, sampai saat ini petugas telah melakukan penyelidikan dan akan menangani kasus itu secara serius.

Baca juga: Gelar Olahraga Bersama, Pererat Sinergitas TNI Polri dan Pemkab Blora Jelang Pemilu 2024

Baca juga: Bawaslu Blora Segera Rekrut 295 Pengawas Kelurahan/Desa

"Berkaitan penanganan kasus tersebut, mengingat kondisi korban, dibutuhkan yang ekstra dan kami telah melakukan pendekatan-pendekatan."

"Bukan hanya dari Polri, tetapi juga melalui tokoh masyarakat," terang AKBP Fahrurozi kepada Tribunjateng.com, Jumat (13/1/2023). 

AKBP Fahrurozi mengatakan, pemeriksaan sudah dilakukan terhadap keluarga, Kepala Desa, dan orang-orang di sekitar korban. 

Dikatakannya, hal tersebut juga menjadi atensi dari Polres Blora

"Sudah ada kecurigaan-kecurigaan yang mengarah, namun perlu pembuktian tidak sekadar kecurigaan," ungkap AKBP Fahrurozi

AKBP Fahrurozi berharap, jika ada warga masyarakat yang mengetahui informasi-informasi terkait peristiwa tersebut agar melaporkan kepada Polres Blora.

Mantan Kapolres Purworejo tersebut berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali. 

Baca juga: Lusa Dibuka Pendaftaran Anggota Pengawas Kelurahan Desa, Bawaslu Blora: Butuh 295 Orang

Baca juga: TNI Polri di Cepu Dampingi Dinas P4 Blora Cek Kandang Peternak Sapi

Pihaknya menugaskan jajarannya untuk melakukan tindakan sesuai aturan serta melakukan test DNA namun sesuai petunjuk tenaga ahli.

Dijelaskannya, jika sudah ada titik terang, akan disampaikan kepada media massa dan masyarakat.

Sementara itu, Fatoni, tokoh masyarakat Jepon Blora berharap agar kasus seperti ini tidak hanya selesai di meja keluarga. 

Fatoni berharap, kasus seperti ini bisa sampai ke meja hijau untuk efek jera agar hal tersebut tidak terulang kembali. 

"Agar tidak terulang lagi kasus seperti ini, harapannya penyelesaian tidak hanya berhenti pada meja keluarga, namun harus dimejahijaukan sehingga ada efek jera," ucap Fatoni. (*)

Baca juga: Markus Cs Pelaku Curanmor Semarang Bersenjata Pedang Samurai, Sepekan Sudah Gasak 3 Motor

Baca juga: Namanya Dicatut untuk Utang, Pengusaha Asal Kudus Gagal Beli Fortuner karena BI Checking Merah

Baca juga: Usai Muntah Berwarna Hijau dan Kuning, Dua Bocah Asal Sleman Diduga Keracunan Chiki Ngebul

Baca juga: Buah Bibir : Vega Darwanti Tetap Harmonis meski 13 Tahun LDR

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved