Liga 2
Asal 3 Prasyarat Ini Dipenuhi LIB, Persipa Pati Siap Liga 2 Musim 2022/2023 Dilanjutkan
CEO Persipa Pati Joni Kurnianto tegaskan selalu siap jika kompetisi dilanjutkan.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: sujarwo
TRIBUNMURIA.COM, PATI - CEO Persipa Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa pasca tragedi Kanjuruhan dan pemberhentian liga, pihaknya selalu siap jika kompetisi dilanjutkan.
Tanggapan itu ia sampaikan menyusul beredarnya isu bahwa Persipa Pati menjadi salah satu klub yang menolak Liga 2 musim 2022/2023 dilanjutkan.
Joni menegaskan, dalam Club Owner's Meeting yang digelar oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), pihaknya menegaskan bahwa Persipa Pati siap melanjutkan kompetisi dengan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi operator liga.
Adapun kegiatan yang diikuti para pemilik klub Liga 2 itu berlangsung di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (24/1/2023) lalu.
Ada tiga kondisi yang ia ajukan sebagai prasyarat.
Pertama, Liga 2 musim ini dilanjutkan dengan sistem bubble/centralized (terpusat) dan dibiayai oleh PT LIB. Hal ini mempertimbangkan bahwa tidak semua stadion lolos risk assessment dari Mabes Polri.
"Kedua, subsidi untuk klub yang sudah dijanjikan PT LIB dan PSSI untuk bulan Oktober-Januari segera dipenuhi. Totalnya Rp800 juta dan kami baru diberi Rp300 juta," papar Joni saat ditemui di Kantor DPC Partai Demokrat Pati, Kamis (26/1/2023).
Ketiga, dilakukan pembentukan operator baru untuk Liga 2 yang terpisah dari operator Liga 1.
"Di sana kami sudah bilang (sikap itu). Bahkan sejak pertemuan 14 Desember 2022 sudah kami sampaikan bahwa kami siap melanjutkan Liga 2 jika kondisi itu dipenuhi," tegas Joni.
Namun demikian, lanjut Joni, paparan LIB di Club Owner's Meeting kemarin jelas menunjukkan bahwa mereka tidak sanggup memenuhi itu.
Belum lagi kondisi bahwa keberlanjutan Liga 2 akan terbentur dengan pelaksanaan Piala Dunia U-20 yang bakal dihelat Mei-Juni 2023.
Di samping itu, 22 Maret sampai 21 April bertepatan dengan bulan Ramadan. Sementara 80 persen stadion Liga 2 tidak memiliki infrastruktur yang memadai untuk pertandingan malam hari.
Sistem bubble (terpusat) yang digadang jadi solusi, menurut slide presentasi LIB yang ditunjukkan Joni, memiliki konsekuensi persiapan khusus yang sulit dipenuhi.
Terutama masalah anggaran yang bakal membengkak hingga tiga kali lipat dibanding sistem home-away.
"LIB keberatan dengan sistem bubble karena biayanya menurut mereka bisa Rp 100 miliar lebih. Home-away pun, banyak stadion Liga 2 yang belum lulus assessment," kata Joni.

Jelang Lawan PSIS, Persiku Bakal Uji Coba Sekali Lagi |
![]() |
---|
Hasil Uji Coba Persiku Kudus vs FC Bekasi City, Pelatih Beri Catatan di Lini Belakang |
![]() |
---|
Sosok Juan Pablo Morales Pemain Asing Pertama Kendal Tornado FC, PSIS Semarang Kapan? |
![]() |
---|
Pekan Ketiga Persiapan Liga 2, PSIS Tingkatkan Intensitas Latihan Dua Kali Sehari |
![]() |
---|
Kendal Tornado FC Evaluasi Kinerja Pemain Usai Uji Coba Lawan Persis Solo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.