Berita Kudus

Ongkos Haji Naik Mencapai Rp 69,1 Juta, Bupati Hatopo Khawatir Jemaah Tidak Bisa Melunasi

Bupati Kudus HM Hartopo berharap Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak memberatkan masyarakat.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: raka f pujangga
TribunJateng.com/Saiful Ma'sum
Bupati Kudus, HM Hartopo. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo berharap Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tidak memberatkan masyarakat.

Hal itu menyusul adanya usulan dari Kementerian Agama bahwa Bipih 1444 hijriah/2023 masehi yang harus ditanggung jemaah mencapai Rp 69,1 juta.

"Ini kenaikan harga (ongkos naik haji) baru dikonsultasikan," kata Hartopo, Selasa (31/1/2023).

Baca juga: Penyebab Biaya Haji Naik Menurut Kemanag, Pengelolaan Individu Jadi Perusahaan di Arab Saudi

Hartopo mengatakan, berkaitan dengan usulan Bipih yang harus ditanggung jemaah mencapai Rp 69,1 juta belum tentu jemaah mampu melunasi.

"Apakah mampu atau tidak melunasinya. Tentunya masalah harga banyak yang waiting list, kita belum tahu apakah mereka bisa melunasi," kata dia.

Untuk merumuskan angka Bipih tahun ini pemerintah pusat berencana koordinasi dengan pemerintah Arab Saudi.

Sebab, kata Hartopo, kalau memang ongkos yang harus ditanggung jemaah sebesar Rp 69,1 juta itu terbilang memberatkan.

Baca juga: Pendaftar Haji di Jepara Tidak Terpengaruh Wacana Kenaikan Biaya Haji

"Orang Islam harus memenuhi rukun Islam kelima bagi yang mampu. Insyaallah bisa yang terbaik bagi masyarakat," katanya.

Diketahui, untuk jumlah sementara kuota jemaah haji asal Kudus yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini sebanyak 1.275 jemaah.

Jumlah itu belum pasti, sebab ada beberapa faktor yang bisa mengubah jumlah kuota. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved