Berita Nasional
Mahfud MD Ungkit Kasus Pencucian Uang Bendahara Parpol yang hingga Kini Tak Ditindaklanjuti
Mahfud MD mengungkit kasus pencucian uang yang dilakukan oleh eks bendahara sebuah partai politik (parpol) yang hingga kini tak diusut lebih lanjut.
Dalam penjelasannya, Mahfud tidak secara tegas menyebutkan dari parpol mana bendahara yang dimaksudnya.
Namun, jika menilik penjelasan atas kasus pencucian uang dan hukuman yang dia jelaskan, pemberitaan di Tanah Air pernah diwarnai oleh kasus suap wisma atlet SEA Games Palembang.
Kasus tersebut menyeret nama Muhammad Nazaruddin yang merupakan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat.
Diketahui, Nazaruddin saat itu sempat menjadi buronan KPK.
Ia menjadi buron setelah kabur ke luar negeri usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan.
Nazaruddin kemudian berhasil ditangkap. Di persidangan, ia divonis bersalah dalam kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet. Dia juga divonis atas penerimaan gratifikasi dan melakukan pencucian uang.
Dalam kasus korupsi Wisma Atlet, Mahkamah Agung menghukum Nazaruddin tujuh tahun penjara dan denda Rp 300 juta. Ia disebut menerima uang suap sebesar Rp 4,6 miliar dari mantan Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah (DGI) M El Idris.
Sedangkan dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang untuk sejumlah proyek yang nilainya mencapai Rp 40,37 miliar, Nazaruddin dihukum enam tahun penjara.
Nazaruddin kemudian dipenjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
Namun, Nazaruddin juga ditetapkan sebagai justice collaborator oleh KPK.
Nazaruddin bebas bersyarat dari Lapas Sukamiskin setelah mendapat remisi.
Ia meninggalkan Lapas Sukamiskin pada 14 Juni 2020. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ungkit Kasus Pencucian Uang Bendahara Parpol, Mahfud: Sampai Sekarang Tak Ada Lanjutannya"
Baca juga: Mahfud MD Sebut Putusan Penundaan Pemilu Bahayakan Negara
Perdokjasi Minta Dokter Indonesia Dibekali Ilmu Asuransi Sejak di Bangku Kuliah |
![]() |
---|
Ambisi Politik Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Hampir Ikut Pilkada Pemalang dan Tebo |
![]() |
---|
Ditanya Polisi soal Rambut Palsu, Dalang Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Ketahuan deh |
![]() |
---|
Sosok Nyak Sandang Rela Lakukan Ini Demi NKRI, Terima Penghargaan Bintang Jasa Utama dari Prabowo |
![]() |
---|
Tersangka Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN Tambah Jadi 15 Orang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.