Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Patung Penari di Simpang Kaliwiru Masih Ditutup, Lagi Diperbaiki Agar Tak Terlihat Serem

Patung Penari Semarangan di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, belum diresmikan. Hingga kini, patung tersebut masih ditutup kain putih

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Patung Penari Semarangan di Simpang Kaliwiru, Semarang, masih ditutup kain, Senin (13/3/2022).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Patung Penari Semarangan di Simpang Kaliwiru, Kota Semarang, belum diresmikan. Hingga kini, patung tersebut masih ditutup kain putih. 

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali memaparkan, seharusnya patung penari tersebut akan diresmikan sebelum Ramadan.

Namun, karena kondisi cuaca di Kota Semarang beberapa waktu lalu tidak mendukung untuk penyelesaian sehingga pengerjaan sempat mundur. 

"Mudah-mudahan setelah lebaran nanti bisa diresmkian," ucap Ali, Senin (13/3/2023).

Baca juga: Mantri Suntik Mati Pak Kepala Desa, Keluarga Duga Sudah Direncanakan, Ini Kronologinya

Baca juga: Pak Kades Bikin Geger, Video Mesum Diduga Dirinya Beredar, Sosok Wanita di Video Terungkap

Ali menjelaskan, sebelumnya Patung Penari Semarangan itu sudah selesai dikerjakan.

Hanya saja, dia menilai patung tersebut terlihat menakutkan.

Dia meminta diperbaiki agar terlihat lebih anggun dan bisa menunjukkan senyum. 

"Kemarin saya lihat saja serem, apa ada demitnya? Makanya, diperbaiki. Saya minta patung tersebut bisa tersenyum dan cantik," ungkapnya. 

Patung setinggi sekira sembilan meter tersebut, beber, Ali, berbeda dengan patung-patung lain di Kota Semarang.

Pihaknya berkoordinasi dengan pihak pencipta patung Tari Semarangan yakni seniman dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk membuat patung yang bisa menari.

Nantinya, patung tersebut bisa berputar seperti layaknya penari. 

"Nanti, patungnya bisa berputar. Kami pakai mesin otomatis," ucapnya. 

Ali menambahkan, anggaran pembuatan patung penari semarangan tersebut menggunakan anggaran swakelola.

Sementara ini, sudah menelan anggaran Rp 500 juta.

Diperkirakan, akan menelan anggaran hampir Rp 1 miliar karena bakal dilengkapi dengan selendang dan lain-lain.

Di samping itu, Disperkim juga melakukan penataan sekitar patung agar menjadi ruang terbuka hijau yang estetik. 

"Nanti, perawatannya juga lebih ekstra karena pakai mesin, terutama listriknya harus baik," imbuhnya. (eyf)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved