Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabupaten Tegal

SMK Al Musyaffa Bojong Tegal Launching Barcode Absensi Siswa, Ini Kegunaannya

Launching barcode absensi SMK Al Musyaffa Bojong Tegal terkonsep dalam sebuah gelar karya siswa dengan mengusung empat tema.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: deni setiawan
SMK AL MUSYAFFA BOJONG TEGAL
POTRET launching barcode absensi yang diciptakan oleh siswa SMK Al Musyaffa, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jumat (17/3/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka aksi nyata mengimplementasikan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5), para siswa SMK Al Musyaffa, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal melaunching barcode absensi, pada Jumat (17/3/2023).

Adapun launching barcode absensi tersebut terkonsep dalam sebuah gelar karya siswa dengan mengusung empat tema.

Yaitu kearifan lokal bangun jiwa raga, berekayasa, berteknologi, dan kewirausahaan.

Gelar karya berlangsung di halaman sekolah dan para siswa menampilkan sesuai tema yang sudah ditentukan.

Baca juga: Satlantas Polres Tegal Adakan Patroli ke Sejumlah Sekolah Antisipasi Tawuran Antar Pelajar 

Baca juga: Tempat Wisata Tegal: Rindu Alam Guci Hadirkan Spot Foto Jembatan Kaca dan View Pemandangan Indah 

Kepala SMK Al Musyaffa Bojong Kabupaten Tegal, Edi Murtanto menjelaskan, salah satu implementasi P5 dalam hal ini tema berekayasa dan berteknologi yaitu siswa menciptakan barcode untuk absen.

Dengan adanya barcode tersebut, diharapkan bisa bermanfaat dan membantu, terutama mendata ketidakhadiran siswa.

Mengingat barcode absensi ini terkoneksi dengan guru sehingga bisa sekaligus memantau siswanya.

"Menurut kami adanya barcode absensi ini sangat bagus dan positif untuk sekolah."

"Karena guru bisa sekaligus memantau siswanya."

"Terlebih saat ini juga sedang marak tawuran yang melibatkan pelajar."

"Selain itu, kami berharap ke depannya mudah-mudahan siswa bisa membuat aplikasi lain seperti alat pembayaran untuk siswa," ungkap Edi kepada Tribunjateng.com, Minggu (19/3/2023).

Baca juga: Laporan Harta Kekayaan LHKPN Walikota Tegal Dedy Yon Terbaru, Rumah Kendaraan dan Aset Lain

Baca juga: 1.383 Petasan Disita Polisi, Hasil Razia Polres Tegal Kota Jelang Ramadan

Melalui gelar karya ini, lanjut Edi, bisa menjadi ajang siswa-siswi khususnya SMK swasta agar lebih kreatif dan berani menampilkan hasil karya atau inovasi yang diciptakan.

Lebih jauh, kegiatan kali ini bisa menanamkan nilai gotong royong, kerja sama, dan saling menghargai perbedaan seperti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

"Kami menghadirkan kearifan lokal yang dikemas melalui pembuatan mural, hadroh, seni kuntulan, tari Guci, tari bahari, dan lain-lain."

"Ya melalui implementasi P5 ini, kami ingin menanamkan kembali nilai-nilai kearifan lokal pada siswa."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved