Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Romantika Keluarga Sadis: Istri Remas Alat Vital hingga Suami Siram Bubuk Cabe, Keduanya Tersangka

Pasangan suami istri di Depok, Jawa Barat, telah menjadi tersangka dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi antara mereka.

TribunJateng.com/Bram Kusuma
Ilustrasi KDRT 

Bisa terlepas dari cengkraman suaminya, Putri Balqis pun buru-buru keluar rumah sambil membawa tiga anak mereka dan satu ART.

Putri Balqis kemudian dibantu oleh orang sekitar untuk diantar ke Polres pada malam itu juga.

"Di detik itu juga kk gue langsung lapor ke polres dan visum (rs rujukan polres) jam 2 pagi dia bawa anak2nya ke polres smpe anaknya tdr di polres krna nungguin ibunya visum," tulis Sahara Hanum.

Selepas itu, Putri Bilqis pun lalu pulang ke rumah orangtuanya hingga beberapa minggu kemudian ada surat pemanggilan yang pertama.

"Awalnya semua penyidik di sana simpati dan blg ke kk gue 'bu tolong jgn dicabut lg ya laporannya lanjutin pokoknya'.

Muka kk gue masih bonyok semua yg liat dia bener2 ga tega dan sampe keluar air mata," lanjutnya.

Namun rupanya dua minggu setelah kejadian, sang suami malah melaporkan balik Putri Balqis atas tuduhan  KDRT.

"Katanya kk gue narik celana suaminya sampe dia luka. 2 minggu kemudian lapor lalu visum dengan dokter pilihan dia sendiri.

Abis itu sampe pake saksi ahli segala ga paham deh teknisnya gimana," tulisnya.

Dengan adanya dua laporan tersebut, keduanya pun ditetapkan sebagai tersangka.

Tapi anehnya, dari dua tersangka itu hanya Putri Balqis yang ditahan oleh kepolisian.

Bani Idham F Bayuni tak ditahan dengan alasan operasi karena perbuatan Putri Balqis yang menarik celananya.

"Suaminya sampe detik ini masih berkeliaran di luar. Yg duluan lapor kk gue yg duluan jd tersangka pun suaminya, tapi sekarang kk gue udh ditahan 3 hari," jelasnya.

Pihak kepolisian, kata Sahara Hanum, mendesak Putri Balqis untuk berdamai.

Jika tidak, maka ia harus menandatangani surat penambahan penahanan selama 40 hari.

Hingga hari ini, Putri Balqis sudah ditahan selama tiga hari.

Pada postingan terbarunya, ia mengabarkan kalau sang kakak hingga saat ini masih ditahan.

"Hallo orang2 yang baik terimakasih semua doanya ya.

Untuk pengacara dr awal kasus kakak melaporkan sudah ada alhamdulillah.

Cm sekarang yg dikhawatirkan adalah mental kakak dan sakit dalam tubuh kakak yg sudah sering dianiaya mohon doanya ya.

Sampe sekarang kakak blm pulang dan blm ada kabar lagi dari papku. Mohon doanya ya," tulis Sahara Hanum

Penuh Kejanggalan

Jika peristiwa itu terjadi pada tanggal 26 Februari 2023, apakah operasinya baru dilakukan pada bulan Mei 2023?

Sebab sang  istri diketahui baru ditahan pada Mei 2023 ini.

Sementara itu, ayah Putri Balqis, Noviansyah Siregar menilai ada yang janggal dalam penanganan kasus KDRT yang dialami putrinya.

"Ada kejanggalan, kenapa anak saya perempuan, pelapor pertama, yang jelas buktinya, pemukulan itu jelas ada bekasnya.

Tapi dari pihak sana yang melaporkan balik, tidak ditahan 1x24 jam tidak berlaku. Kenapa?," kata Noviansyah, dilansir dari Fecebook Tribun Jakarta.

Sang ayah pun menanyakan alasan polisi kenapa tidak menahan suami Putri Balqis, Bani Idham F Bayumi.

"Saya tanya kenapa, katanya dia minta izin mau operasi. Tapi pada saat izin itu dia ada di lombok, itu pertanyaan saya kenapa," jelasnya.

Menurut dia, Bani Idham Bayumi sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 15 April 2023.

Kemudian berdasarkan penjelasan Sahara Hanum, adik Putri Balqis, kakaknya juga ditetapkan tersangka tak lama setelah Bani Idham.

Noviansyah pun mengaku punya bukti keberadaan Bani Idham di Lombok saat izin operasi.

"Izinnya ini untuk operasi, tapi saya ada bukti dia di lombok, bukti berupa video. Ada di WhatsApp keluarga, dia liburan dengan orangtuanya," katanya lagi.

Ia pun mengaku heran kenapa orang yang disebut luka parah tapi masih bisa berlibur ke Lombok.

Di samping itu, kondisi Putri Balqis saat ini menurut sang ayah sangat menyedihkan.

Putri Balqis sudah tidak bisa lagi berbicara lewat video call dengan anak-anaknya.

Sehingga sang ayah pun membawa ketiga cucunya itu ke  Polres  Depok untuk bertemu dengan ibunya.

Suasana haru itu dikatakan sang ayah sampai membuat penyidik ikut menangis.

"Semalam saya bawa anaknya untuk ketemu ibunya. Penyidik saya lihat nangis, saya juga keluar air mata," tutur sang ayah.

Kondisi ini juga diungkap oleh Sahara Hanum di Instagramnya.

Menurut Sahara Hanum, penyidik juga sampai menangis saat Putri Balqis menjalani pemeriksaan.

"Awalnya semua penyidik di sana simpati dan blg ke kk gue 'bu tolong jgn dicabut lg ya laporannya lanjutin pokoknya'.

Muka kk gue masih bonyok semua yg liat dia bener2 ga tega dan sampe keluar air mata," tulis Sahara Hanum. ( Serambinews.com/Agus Ramadhan)


Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kronologis Pasutri di Depok Jadi Tersangka KDRT: Suami Siram Bon Cabe, Istri Balas Remas Alat Vital

Baca juga: Patung Penari di Kaliwiru Semarang Sudah Siap Diresmikan, O. . . Ternyata Ini Alasan Dibangun

Baca juga: Kelakuan Muksin, Robek Organ Intim Istri karena Kesal, Sempat Melarikan Diri

Baca juga: Jual Mobil Motor Baru dan Bekas Semarang Murah Berkualitas, Kamis 25 Mei 2023

Baca juga: Jual Furniture, Elektronik, Info Kesehatan dan Iklan Kehilangan di Semarang, Kamis 25 Mei 2023

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved