Berita Ekonomi Bisnis
Cerita Jatuh Bangun Perajin Keripik Tempe di Blora, Ketekunan Pasutri Ini Bisa Kuliahkan 3 Anaknya
Selain harga kedelai yang naik turun, kebutuhan minyak goreng kemasan dan aneka bumbu menjadi faktor penentu penjualan keripik tempe.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Perajin keripik tempe di kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora, Kabupaten Blora masih terus bertahan dan bersaing secara sehat memikat pelanggan.
Keripik tempe yang dikenal gurih dan renyah itu bisa bertahan hingga beberapa hari dalam kemasan.
Maka tak heran jika cukup dikenal baik di dalam maupun luar Kabupaten Blora.
Tidak sekadar untuk cemilan keluarga, tetapi juga bisa jadi buah tangan (oleh-oleh khas Blora) bagi kerabat, kawan, maupun mitra kerja.
Ketua Paguyuban Perajin Keripik Tempe Kelurahan Kedungjenar, Wanti Sulistyana menjelaskan, sejatinya jumlah perajin keripik tempe saat ini ada sekira 45 orang.
Tetapi yang masih aktif saat ini tinggal sekira 20 perajin dengan aneka nama kemasan produk.
Sebagian perajin memilih berinovasi tidak hanya membuat keripik tempe, namun ada yang beralih membuat kering tempe, rengginang, serta memasarkan egg roll.
Baca juga: Pemkab Blora Segera Merenovasi 198 Gedung Sekolah Tahun 2023 Ini
Baca juga: Bangga! Batik Ciprat Karya Penyandang Disabilitas di Blora Sudah Dipasarkan Sampai Ke Belanda
“Seperti saya membuat kering tempe rasanya pedas, manis, dan gurih," ungkapnya kepada Tribunjateng.com, Senin (29/5/2023).
Menurutnya, pasca pandemi Covid-19, penjualan keripik tempe berangsur pulih, meski tidak selaris sebelumnya.
“Berangsur pulih, Lebaran 2023 juga saya amati banyak yang laku, meskipun tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19."
"Alhamdulillah bisa menambah penghasilan keluarga,” terangnya.
Wanti berucap, selain harga kedelai yang naik turun, kebutuhan minyak goreng kemasan dan aneka bumbu menjadi faktor penentu penjualan keripik tempe.

“Kami pakai minyak goreng kemasan, bukan curah."
"Itu mempengaruhi harga keripik tempe menjadi Rp 8.000 per bungkus."
"Sebelumnya Rp 6.000 per bungkus,” jelasnya.
tribunjateng.com
tribun jateng
ekonomi bisnis
feature
Blora
keripik tempe
Keripik Tempe Khas Blora
Pemkab Blora
Sentra Keripik Tempe di Blora
Arief Rohman
Wanti Sulistyana
Oleh-oleh Khas Blora
BPR BKK Mulai Terapkan Layanan Digitalisasi Melalui QRIS |
![]() |
---|
Promo Tarif Khusus KA Cakrabuana, Tiket Eksekutif Purwokerto-Jakarta Cuma Bayar Rp250 Ribu |
![]() |
---|
Pegadaian: Deposito Emas Makin Diminati, 6 Bulan Bukukan Saldo 1,28 Ton |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Ingin Bermitra dengan Semua BPR di Kota Semarang, Apa Keuntungannya? |
![]() |
---|
Yuk Menginap di Hotel Ramah Anak, Quest Prime Pemuda Semarang Hadirkan Promo 25 Persen Off |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.