Berita Internasional
Joe Biden Akan Kirim Bom Kluster ke Ukraina, Amerika Dikecam Aktivis HAM
Amerika Serikat pada Jumat (7/7/2023) mengumumkan akan memberikan bom tandan atau bom kluster (cluster bombs) kepada Ukraina untuk kali pertama.
Dia membandingkannya dengan tingkat kegagalan 30-40 persen dari senjata semacam itu yang digunakan oleh Rusia di Ukraina.
Banjir kecaman
Kelompok-kelompok HAM menentang keras keputusan Amerika Serikat yang akan menyediakan bom tandan ke Ukraina.
Human Rights Watch (HRW) mengatakan, pemberian senjata-senjata ini pasti akan menyebabkan penderitaan jangka panjang bagi warga sipil dan melemahkan penentangan internasional terhadap penggunaan senjata-senjata tersebut.
Amnesty International juga mengecam keputusan AS. Mereka memperingatkan, pemerintahan Biden harus memahami bahwa setiap keputusan yang memungkinkan penggunaan bom tandan dalam perang ini kemungkinan besar akan mengarah pada satu hasil yang dapat diprediksi, yakni kematian lebih lanjut dari warga sipil.
"Bom curah adalah senjata tanpa pandang bulu yang menimbulkan ancaman besar bagi kehidupan warga sipil, bahkan setelah konflik berakhir. Pemindahan dan penggunaannya oleh negara mana pun dalam keadaan apa pun tidak sesuai dengan hukum internasional," tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menentang langkah tersebut. Seorang juru bicaranya mengatakan, bahwa Gitteres tidak ingin ada penggunaan munisi tandan yang berkelanjutan di medan perang.(Irawan Sapto Adhi/kps/tribun jateng cetak)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Sebuah-bom-cluster-berisi-lebih-dari-600-bom-yang-dijatuhkan-oleh-pesawat.jpg)