Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

479 Orang Jadi Warga Negara Baru Singapura

Minggu (13/8/2023), sebanyak 479 warga negara asing mengucap sumpah sebagai warga negara baru Singapura.

Tayang:
Thinkstock
Singapura 

TRIBUNJATENG.COM, SINGAPURA - Minggu (13/8/2023), sebanyak 479 warga negara asing mengucap sumpah sebagai warga negara baru Singapura.

Dua di antaranya adalah Nelius Strydom (55) dan istrinya, Stacey Tucker (51), dari Afrika Selatan.

Pasangan tersebut tinggal di Singapura selama hampir 20 tahun.

Baca juga: 90 Imigran Gelap Ditangkap di Malaysia, 66 di Antaranya WNI

Mereka kemudian mengambil langkah untuk mengajukan permohonan kewarganegaraan Singapura dua tahun yang lalu.

Warga negara baru Singapura mengucapkan ikrar
Warga negara baru Singapura mengucapkan ikrar pada Upacara Kewarganegaraan Nasional pada 13 Agustus. (The Straits Time/MARK CHEONG)

"Singapura akan selalu menjadi rumah kami, karena kami menikah di sini," ujar Strydom yang bekerja di industri fintech, dikutip dari The Straits Times

"Ya, Singapura adalah tempat kami bersatu sebagai pasangan suami istri," ucap Tucker menimpali, sambil menggenggam tangan suaminya.

Strydom mulai tinggal di Singapura untuk bekerja pada 2004.

Sementara, Tucker, yang sekarang bekerja sebagai eksekutif manajemen di sebuah firma hukum, pindah untuk bergabung dengannya pada 2006.

Mereka menjadi penduduk tetap Singapura pada 2008.

Pasangan ini yang memiliki tiga anak perempuan sudah dewasa dan tinggal di tempat lain itu termasuk di antara 479 warga negara Singapura baru yang menerima sertifikat kewarganegaraan pada Upacara Kewarganegaraan Nasional Singapura tahunan pada Minggu kemarin. 

Acara itu diselenggarakan oleh Asosiasi Rakyat Singapura di ITE College West di Choa Chu Kang.

Berbicara pada acara tersebut, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, mengatakan Singapura selalu terbuka bagi dunia, untuk arus barang dan jasa, orang, serta ide.

"Multikulturalisme dan multirasialisme kami adalah apa yang mendefinisikan kami sebagai sebuah masyarakat dan membuat kami unik sebagai Singapura," kata Gan, yang juga anggota parlemen untuk Chua Chu Kang GRC.

"Hari ini, kami di sini untuk menyambut Anda ke dalam keluarga Singapura.

Seperti nenek moyang kita beberapa dekade yang lalu, Anda membawa serta ide-ide, jaringan, dan keterampilan baru.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved