Muria
Warga Setrokalangan Kudus Terpaksa Mulai Beli Air, Kekeringan Meluas di Empat Desa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, empat desa dengan jumlah total 840 warga mulai terdampak kekeringan.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, empat desa dengan jumlah total 840 warga mulai terdampak kekeringan.
Kawasan terdampak meliputi, Desa Setrokalangan, Gamong, dan Kedungdowo Kecamatan Kaliwungu. Serta Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo.
Seorang warga Setrokalangan, Idayati menyebut, kekeringan di wilayahnya terjadi lantaran sumur yang tersedia mulai mengering.
Di wilayahnya RT 2 RW 2, sumur bor yang biasa dimanfaatkan sehari-hari sudah tidak bisa mengeluarkan air dalam beberapa hari terkahir.
Dia pun kini mengandalkan bantuan air bersih untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Mulai dari kebutuhan masak, mandi, hingga mencuci.
"Untuk kebutuhan air minum saya beli," tuturnya, Kamis (31/8/2023).
Baca juga: Cerita Samsiyah Sudah Seminggu Tak Mandi Selama Kekeringan, Dapat Air Mending Diminum
Baca juga: Masih Rawan Kekeringan, 116 Tangki Air Bersih Disalurkan Untuk 58 Desa di Blora
Baca juga: Dua Desa Krisis Air Bersih, Sepekan Tiga Kali Dipasok BPBD Jepara
Kaur Perencanaan dan Pelaporan Pemerintah Desa Setrokalangan, Kaliwungu, Indra Wirawan mengatakan, jumlah warganya yang terdampak kekeringan sekitar 190 jiwa atau 65 KK. Tersebar di lima RT di wilayah RW 1 dan RW 2.
Kata dia, kondisi kekeringan di Setrokalangan sudah berlangsung hampir dua pekan.
Pihaknya sudah mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD dan PMI Kudus dalam empat hari terakhir.
Indra berharap, masyarakat Desa Setroklangan selalu dipantau setiap harinya, mengingat selama ini menjadi wilayah langganan bencana banjir dan bencana kekeringan.
"Kami sudah siapkan enam tandon air di wilayah RW 2 dan tiga tandon air di wilayah RW 1. Tujuannya agar bantuan air bisa langsung disalurkan ke masing-masing tandon, kemudian masyarakat bisa mengambil seperlunya tanpa harus antre panjang," ujarnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kudus, Djunaidi mengatakan, kekeringan pertama kali dilaporkan pada 24 Agustus.
Artinya, saat ini sebagian warga Kabupaten Kudus sudah mengalami kesulitan air bersih kurang lebih berlangsung sepekan. Dari semula hanya dialami masyarakat di tiga desa, kemudian meluas bertambah satu desa menjadi empat desa.
Dia menyebut, sudah ada beberapa desa yang sudah mengajukan bantuan air bersih.
BPBD Kabupaten Kudus mecatat sudah mendistribusikan 30.000 liter air bersih diangkut dengan enam unit mobil tangki di semua wilayah terdampak kekeringan.
Menaruh Harap dari Para Leluhur, Potret Warga Rahtawu Kudus yang Hidup di Lereng Gunung Muria |
![]() |
---|
Ngembal Kulon Kudus Masuk Nominasi 15 Besar Pengembangan Digitalisasi Desa Tingkat Nasional |
![]() |
---|
Bupati Kudus Herda Helmijaya: Korupsi Hanya Menunda Penderitaan |
![]() |
---|
0,04 Persen Dari Kota Kretek Penyumbang Kesuksesan Jateng Tangani Stunting 2024 |
![]() |
---|
Pengajuan Gelar Pahlawan untuk KHR Asnawi Kudus Belum Berbuah Manis |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.