Berita Klaten
Menengok Kerajinan Gazebo dan Meja Kursi Berbahan Bambu Kuncong di Klaten
saha kerajinan bambu ini sudah dimulai sejak 1925 pada zaman penjajahan Belanda. Kebetulan di Wonosari Kabupaten Klaten banyak ditumbuhi bambu jenis
TRIBUNJATENG.COM -- Usaha kerajinan bambu ini sudah dimulai sejak 1925 pada zaman penjajahan Belanda. Kebetulan di Wonosari Kabupaten Klaten banyak ditumbuhi bambu jenis kuncong.
Warga setempat memanfaatkan bambu tersebut untuk kerajinan meja kursi dan lemari.
Desa Nglingkong, Ngreden, Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten ditumbuhi banyak bambu.
Jenis bambu kuncong mendominasi di daerah ini. Sudah sejak lama, pekarangan di desa tersebut ditumbuhi banyak bambu.
Maka tak heran ada beberapa warga setempat yang menekuni kerajinan pembuatan perabotan rumah tangga menggunakan bahan bambu kuncong.
Satu di antaranya adalah Yayuk (57) yang menjadi pengrajin bambu kuncong sejak lama.
Bahkan rumahnya di desa Nglingkong tersebut sudah turun temurun dijadikan tempat usaha kerajinan bambu.
Beberapa hasil karyanya antara lain meja kursi berbahan bambu, lemari, gazebo, gedek bambu, villa bambu, plafon bambu dan lain-lain.
"Di sini kami sudah ada usaha kerajinan bambu sejak tahun 1925. Turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya.
Sekarang kami juga menawarkan produk kerajian melalui media sosial seperti FB, WA, TikTok dan lainnya," kata Bu Yayuk kepada Fatkha Meilina Putri mahasiswa UIN Solo magang Jurnalistik Tribunjateng.com.
Menurut Yayuk, dulu nenek moyangnya jualan hasil kerajinan bambu kuncong di Solo.
"Jadi bisa dikatakan ini merupakan usaha yang dijaga dengan sebaik mungkin dari suatu generasi ke generasi lainnya, ditekuni secara turun temurun," kata Yayuk, Minggu (12/11/2023).
Meskipun usaha kerajinan ini sudah ada sebelum Kemerdekaan Indonesia, tetapi saat ini model dan jenis produk kerajinan mengikuti perkembangan zaman. Sesuai selera konsumen.
"Kami jaga kualitas. Desain juga modern. Proses pembuatan butuh waktu tiga hingga tujuh hari tergantung kerumitan dan bahannya," terang Yayuk.
Hasil kerajinan Yayuk juga dikirim ke Solo, Yogya, Bali, Jakarta dan luar Jawa. Bahkan sudah ada pemesan dari Australia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gerobak-pedagang-berbahan-bambu.jpg)