Berita Tasikmalaya
Terjang Larangan Agama, Mahasiswa Bunuh Pacarnya di Tasikmalaya karena Telat Menstruasi
Kisah cinta maut yang terjadi pada mahasiswi di Tasikmalaya ini berahhir kepedihan dan malapetaka.
"Happy anniversary. Meski kadang menjengkelkan, tak ada yang lebih baik kecuali dirimu yang bisa membuatku bahagia. Terima kasih telah mencintaiku apa adanya dan mengerti diriku sepenuhnya," tulis Wiwin.
Sebaliknya, Herdis sama sekali tak pernah mengunggah apapun berkait kehidupan asmaranya.
Padahal menurut pengakuan Herdis, dirinya dan Wiwin sudah 4 tahun pacaran.
"Berapa lama kenal, sudah 4 tahun pacaran," ujar pelaku saat konferensi pers di Polres Tasikmalaya, Kamis (30/11/2023).
Usai peristiwa itu viral, Herdis dibully habis-habisan oleh netizen.
Itu karena perbuatannya yang sudah tak manusiawi.
Di satu sisi Herdis merupakan mahasiswa fakultas dakwah dengan program studi ilmu tasawuf salah satu kampus di Tasikmalaya.
Mereka tak menyangka bahwa Herdis yang mestinya punya pengetahuan agama, bisa tega melakukan perbuatan tersebut.
Berikut kronologi aksi Herdis Permana bunuh pacarnya sendiri.
Kronologi
Herdis membunuh Wiwin karena panik setelah mendengar pengakuan telat menstruasi.
Kepala Polresta Tasikmalaya AKBP Sy Zaenal Abidin mengatakan, kasus ini bermula saat korban mendatangi kampus pelaku.
Korban mengaku belum haid selama 2 bulan belakangan. Ia minta Herdis bertanggung jawab karena korban takut hamil.
Pelaku yang menduga korban hamil, sempat meminta korban untuk menggugurkan kandungannya.
Mendengar pernyataan itu, korban menolak melakukannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Inafis-Polresta-Tasikmalaya-dan-anggota-Polsek-Pagerageung-mengevakuasi-mayat.jpg)