Berita Semarang
Kisah Haru Para Penyintas Kanker di Semarang Bertahan dari Penyakit Mematikan
Intania Anggraeni (37) tak menyangka bisa selamat dari penyakit kanker ganas. Ia divonis dokter tak bisa bertahan hidup lebih lama.
"Sekarang masih minum obat 5-7 tahun. Saya kena kanker tahun 2019, waktu itu masih stadium 1 tapi biopsi yang terganas," kata Shinta.
Shinta mengakui, dirinya pernah menjalani gaya hidup dengan mengkonsumsi full daging tanpa memperhatikan nutrisi tubuh yang lain.
Sejak saat itu, ia mulai merasakan benjolan aneh di tubuhnya. Setelah diperiksa, kanker payudara perlahan menggerogoti tubuhnya.
"Saya gaya hidup malah termasuk santai orangnya. Tapi saya pernah ngikuti gaya hidup sering makan daging full. Jadi nutrisinya itu nggak seimbang, nggak ada sayur dan yang lainnya nggak makan itu," terangnya.
Ketua Komunitas Kanker Suluh Hati Semarang, Cahyaning Puji Astuti mengatakan keluarga memiliki peran penting di balik kesembuhan pasien penderita kanker.
"Hambatan terbesar itu dari diri sendiri. Kanker tidak mudah diterima, kenapa ya aku sakit kanker, aku harus bagaimana. Nah pengobatan akan berhasil jika diri sendiri ini mau untuk pengobatan,"
"Support sistem juga bisa masuk hambatan. Ketika kita berobat tapi tidak ditemani itu rasanya berat banget," katanya di acara yang bertepatan HUT ke-15 Komunitas Kanker Suluh Hati Semarang.
Menurutnya, kanker bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.
Ia berpesan agar masyarakat terutama generasi muda tak tergoda menu kulineran cepat saji kekinian yang semakin marak.
"Faktor penyebab kanker tergantung jenisnya. Intinya dengarkan tubuh dengan baik, jaga pola mental health dan awareness harus dijaga juga," ujarnya.
Baca juga: Kunci Jawaban Kelas 4 Tema 5 Halaman 111, 112, 113 Buku Tematik Subtema 3 Pembelajaran 3
Baca juga: PSIS Semarang vs Madura United : Mahesa Jenar Harus Puas Bermain Imbang 2-2
Baca juga: Ini Pernyataan Prabowo hingga Cak Imin Bereaksi Emang Etik Punya Endas?
Baca juga: Gol Spektakuler Pemain Liga 3 Mendunia, Disebut Ajaib dan Layak Masuk Nominasi Puskas Award
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Intania-Anggraeni.jpg)