Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

126 Orang Tewas Akibat Gempa Jepang, 210 Belum Ditemukan

Jumlah korban jiwa akibat gempa di Jepang terus bertambah. Saat ini, korban jiwa tercatat 126 orang.

Japan Times via Tribunnews
Muncul rekahan pada sejumlah jalan di Jepang, Senin, 1 Januari 2024 imbas gempa magnitudo 7.4 di Jepang 

TRIBUNJATENG.COM, TOKYO - Jumlah korban jiwa akibat gempa di Jepang terus bertambah.

Saat ini, korban jiwa tercatat 126 orang.

Pihak berwenang di Ishikawa Jepang juga memastikan bahwa jumlah korban tewas masih dimungkinkan bertambah.

Baca juga: Hezbollah Hujani Pangkalan Militer Israel dengan 62 Roket

Pasalnya, masih ada sebanyak 210 orang yang belum ditemukan.

Kini, tim penyelamat dan penduduk masih mencari korban yang tertimbun di reruntuhan bangunan.

Meski demikian, ribuan petugas penyelamat terhambat oleh cuaca buruk dengan perkiraan akan turun salju pada Minggu.

Selain itu, jalanan rusak, retak dan ada 1.000 tanah longsor yang jadi penghalang tim penyelamat.

Dua wanita lanjut usia ditarik dari reruntuhan rumah mereka pada hari Kamis di kota Wajima yang terkena dampak paling parah di semenanjung Noto.

Di Suzu, di mana puluhan rumah berada dalam reruntuhan, seekor anjing menggonggong saat tim AFP merekam video operasi pembersihan pada hari Jumat, yang jadi tanda adanya penemuan lagi.

"Pelatihan anjing penyelamat bencana dimulai dengan sesuatu yang mirip dengan permainan petak umpet," kata pelatih anjing Masayo Kikuchi, dikutip dari AFP pada Sabtu (6/1/2024).

"Akhirnya mereka dilatih menggonggong saat melihat ada orang di bawah reruntuhan," imbuh dia.

Rumah-rumah yang berisi korban jiwa yang ditemukan akan ditandai hingga sampai petugas lain dapat datang untuk mengidentifikasi jenazah tersebut.

Komunitas pesisir Shiromaru, yang dilanda tsunami setinggi beberapa meter pada 1 Januari, dipenuhi puing-puing kayu, logam, dan plastik yang berantakan.

"Tsunami datang dari teluk Shiromaru melalui sungai, dan kemudian mengalir melalui jalan," ucap Toshio Sakashita (69), salah satu dari sekitar 100 warga.

"Kami tidak menerima dukungan masyarakat di sini. Lihat saja, jalan utama masih diblokir karena reruntuhan yang tidak tersentuh," kata dia kepada AFP.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved