Breaking News
Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Konflik Rusia dan Ukraina

Panic Buying Terjadi di Swedia Setelah Militer Nyatakan Siap Perang

Hal itu memicu panic buying, anak-anak ketakutan, dan perdebatan sengit di negara Nordik itu.

Tayang:
antpkr
Ilustrasi supermarket 

TRIBUNJATENG.COM, STOCKHOLM - Militer dan pemerintah Swedia mendesak warga bersiap perang.

Hal itu memicu panic buying, anak-anak ketakutan, dan perdebatan sengit di negara Nordik itu.

Meskipun Swedia ikut mengerahkan pasukan untuk misi perdamaian internasional, negara ini tak pernah terlibat langsung dalam konflik bersenjata sejak era Napoleon.

Baca juga: Rusia Evakuasi 300 Warga Bergorod Akibat Gempuran Ukraina Melalui Udara

Oleh karena itu, pernyataan perang adalah hal yang asing bagi sebagian besar orang Swedia.

“Mungkin akan terjadi perang di Swedia,” kata Menteri Pertahanan Sipil Swedia Carl-Oskar Bohlin dalam konferensi pertahanan tahunan pada Minggu (7/1/2024).

Tentara Swedia berpose untuk foto saat latihan militer bersama
Tentara Swedia berpose untuk foto saat latihan militer bersama DEFENDER-Europe 22 dengan pasukan dari Polandia, Amerika Serikat, dan Perancis di Nowogrod, Polandia, 19 Mei 2022.

Beberapa hari kemudian, pernyataan serupa juga disampaikan komandan angkatan bersenjata Swedia Micael Byden.

Ia menunjukkan foto rumah-rumah terbakar dan dibom di Ukraina.

“Apakah Anda yakin Swedia bisa seperti ini?" tanya Byden kepada hadirin.

Ia lalu menjelaskan bahwa pertanyaan itu bukan retoris.

“Perang Rusia melawan Ukraina adalah langkah, bukan tujuan akhir, dari ambisi membangun wilayah dan menghancurkan tatanan dunia yang berbasis aturan,” tambahnya, dikutip dari kantor berita AFP pada Sabtu (13/1/2024).

Swedia pada Mei 2022 mengajukan permohonan untuk bergabung ke aliansi pertahanan NATO, mengakhiri dua abad kebijakan non-blok militer mereka.

Namun, permohonan yang diajukan berkaitan dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina itu belum diratifikasi oleh Turkiye dan Hongaria sejauh ini.

Pada awal Desember 2023, Stockholm dan Washington menandatangani perjanjian yang mengizinkan pasukan AS beroperasi di Swedia.

Byden kemudian mengatakan, Swedia perlu “mempersiapkan mental untuk perang.”

Pernyataan tersebut langsung tersebar luas di berita-berita nasional dan media sosial.

Selanjutnya, kelompok hak asasi anak Bris mengalami peningkatan panggilan hotline dari anak-anak yang khawatir akan kemungkinan perang.

“Banyak anak sudah cemas dan diperburuk oleh berita ini,” ujar Sekretaris Jenderal Bris, Magnus Jagerskog.

Ia menambahkan, pandemi Covid-19, perang di Ukraina dan baru-baru ini di Gaza membuat anak-anak takut.

Toko-toko juga melaporkan peningkatan tajam pembelian barang-barang terkait krisis, seperti radio darurat, jeriken, dan kompor kemah, mengakibatkan rak-rak di beberapa toko kosong.

Pernyataan pemerintah dan militer ini turut memicu perdebatan di Swedia mengenai seberapa mungkin terjadinya konflik skala penuh, atau apakah hanya sekadar menyebarkan rasa takut. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Militer Swedia Nyatakan Siap Perang, Warga Langsung "Panic Buying""

Baca juga: Serukan Warga Palestina di Gaza Pindah ke Negara Lain, Menteri Israel Banjir Kecaman

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved