Konflik Rusia dan Ukraina
Panic Buying Terjadi di Swedia Setelah Militer Nyatakan Siap Perang
Hal itu memicu panic buying, anak-anak ketakutan, dan perdebatan sengit di negara Nordik itu.
TRIBUNJATENG.COM, STOCKHOLM - Militer dan pemerintah Swedia mendesak warga bersiap perang.
Hal itu memicu panic buying, anak-anak ketakutan, dan perdebatan sengit di negara Nordik itu.
Meskipun Swedia ikut mengerahkan pasukan untuk misi perdamaian internasional, negara ini tak pernah terlibat langsung dalam konflik bersenjata sejak era Napoleon.
Baca juga: Rusia Evakuasi 300 Warga Bergorod Akibat Gempuran Ukraina Melalui Udara
Oleh karena itu, pernyataan perang adalah hal yang asing bagi sebagian besar orang Swedia.
“Mungkin akan terjadi perang di Swedia,” kata Menteri Pertahanan Sipil Swedia Carl-Oskar Bohlin dalam konferensi pertahanan tahunan pada Minggu (7/1/2024).
Beberapa hari kemudian, pernyataan serupa juga disampaikan komandan angkatan bersenjata Swedia Micael Byden.
Ia menunjukkan foto rumah-rumah terbakar dan dibom di Ukraina.
“Apakah Anda yakin Swedia bisa seperti ini?" tanya Byden kepada hadirin.
Ia lalu menjelaskan bahwa pertanyaan itu bukan retoris.
“Perang Rusia melawan Ukraina adalah langkah, bukan tujuan akhir, dari ambisi membangun wilayah dan menghancurkan tatanan dunia yang berbasis aturan,” tambahnya, dikutip dari kantor berita AFP pada Sabtu (13/1/2024).
Swedia pada Mei 2022 mengajukan permohonan untuk bergabung ke aliansi pertahanan NATO, mengakhiri dua abad kebijakan non-blok militer mereka.
Namun, permohonan yang diajukan berkaitan dengan pecahnya perang Rusia-Ukraina itu belum diratifikasi oleh Turkiye dan Hongaria sejauh ini.
Pada awal Desember 2023, Stockholm dan Washington menandatangani perjanjian yang mengizinkan pasukan AS beroperasi di Swedia.
Byden kemudian mengatakan, Swedia perlu “mempersiapkan mental untuk perang.”
Pernyataan tersebut langsung tersebar luas di berita-berita nasional dan media sosial.
Selanjutnya, kelompok hak asasi anak Bris mengalami peningkatan panggilan hotline dari anak-anak yang khawatir akan kemungkinan perang.
“Banyak anak sudah cemas dan diperburuk oleh berita ini,” ujar Sekretaris Jenderal Bris, Magnus Jagerskog.
Ia menambahkan, pandemi Covid-19, perang di Ukraina dan baru-baru ini di Gaza membuat anak-anak takut.
Toko-toko juga melaporkan peningkatan tajam pembelian barang-barang terkait krisis, seperti radio darurat, jeriken, dan kompor kemah, mengakibatkan rak-rak di beberapa toko kosong.
Pernyataan pemerintah dan militer ini turut memicu perdebatan di Swedia mengenai seberapa mungkin terjadinya konflik skala penuh, atau apakah hanya sekadar menyebarkan rasa takut. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Militer Swedia Nyatakan Siap Perang, Warga Langsung "Panic Buying""
Baca juga: Serukan Warga Palestina di Gaza Pindah ke Negara Lain, Menteri Israel Banjir Kecaman
| Ukraina Ubah Taktik untuk Kuras Tenaga Pasukan Rusia |
|
|---|
| Presiden Ukraina Ungkap Rencana Mobilisasi 500.000 Warga untuk Perang Lawan Rusia |
|
|---|
| Amerika Kehabisan Uang untuk Bantu Danai Perang Ukraina Lawan Rusia |
|
|---|
| Ukraina Tegaskan Tak Akan Mundur Lawan Rusia meski Bantuan Berkurang |
|
|---|
| Rusia Kerahkan 71 Drone Gempur Ibu Kota Ukraina, Serangan Terbesar sejak Dimulainya Invasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-supermarketantpkr.jpg)