Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Caleg Perempuan Asal Golkar Ini Tepergok Ikut Sortir dan Lipat Surat Suara, Ini Dalihnya

Seorang calon legislatif (caleg) perempuan asal Partai Golkar tepergok ikut menyortir dan melipat surat suara Pemilu 2024.

Editor: Muhammad Olies
KOMPAS.COM/TEGUH PRIBADI
Screenshot petugas sortir lipat surat suara Pemilu 2024 saat beraktivitas di halaman Kantor KPU Simalungun, Jl. Jhon Horailam Saragih Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumut. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang calon legislatif (caleg) perempuan asal Partai Golkar tepergok ikut menyortir dan melipat surat suara Pemilu 2024.

Aksi caleg perempuan itu menjadi petugas sortir lipat surat suara akhirnya diketahui oleh jajaran Bawaslu Simalungun.

Anggota Bawaslu Simalungun, Purba Diamanson Purba mengatakan, saat itu pihaknya mengawasi proses penyortiran surat suara di kantor KPU Simalungun.

“Awalnya anggota Panwascam melihat seorang caleg ikut serta sebagai petugas sortir lipat surat suara pada Sabtu 13 Januari 2024. Hari itu juga dilaporkan ke KPU, kemudian dikeluarkan,” kata Purba dihubungi via telepon, Rabu (17/1/2023).

Kata dia, sebelumnya pihaknya sudah menyampaikan ke KPU Simalungun agar tim sukses (TS), anggota parpol dan caleg, tidak diperbolehkan menjadi petugas sortir-lipat surat suara.

Baca juga: Ditemukan 4.649 Surat Suara DPR RI Rusak saat Sortir Lipat Oleh KPU Karanganyar

Baca juga: DOORR, Remaja di Medan Langsung Tersungkur, Peluru Tembus Kepalanya, Pelaku Diduga Polisi

Pihaknya pun berharap kejadian serupa tidak terulang, dan petugas sortir lipat harus lebih dulu dicek identitasnya, apakah terdaftar di Sipol atau tim sukses salah satu calon.

“Kalau surat suara tidak ada yang ditemukan rusak karena sengaja dicoblos. Mungkin ini tidak unsur kesengajaan. Kami pun kembali menyurati KPU Simalungun agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Purba.

Dihubungi terpisah, Ketua KPU Simalungun, Johan Septian Pradana mengatakan, pihaknya sempat kelabakan menghadapi jumlah calon petugas sortir lipat yang mendaftar di KPU Simalungun.

Semula pihaknya memfasilitasi 500 orang, namun yang hadir mencapai ribuan orang. Salah satunya seorang perempuan yang belakangan diketahui sebagai Caleg DPRD Kabupaten Simalungun Dapil I dari Partai Golkar.

Masih kata Johan, petugas sortir lipat diupah Rp 200 per lembar surat suara calon Presiden dan Wakil Presiden, serta Rp 300 untuk surat suara DPR RI, DPRD, dan DPD.

“Kalau caleg yang ikut sortir lipat hari itu juga langsung kami keluarkan. Memang saat itu warga yang datang berbondong-bondong. Kami sempat menyuruh menjauh dari kantor KPU,” katanya.

Johan memastikan tidak ada surat suara yang tercoblos ketika caleg tersebut bertugas melipat surat suara.

“Saat kami tanyain, dia mengaku butuh uang tambahan. Menurut kami ini tidak ada unsur kesengajaan,” kata Johan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved