Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Balas Dendam Presiden Ebrahim Raisi, Pasukan Iran Merangsek Mendekati Target di Israel

Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melancarkan serangan balasan ke Israel setelah sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas

Tayang:
Editor: m nur huda
Iranian Presidency / AFP
Presiden Iran Ebrahim Raisi bersumpah akan melancarkan serangan balasan ke Israel setelah sejumlah anggota Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas akibat serangan rudal Israel di Damaskus, Suriah. 

Semua senjata tersebut dikirimkan untuk membantu Houthi menargetkan kapal-kapal komersial asal Israel dan para sekutunya sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Tahan 20 Sandera

Tentara Israel temukan terowongan di Jalur Gaza sepanjang satu kilometer. Sel-sel sempit itu diduga digunakan Hamas untuk menahan 20 sandera Israel.

Mereka menemukan area penahanan, lima ruangan sempit di balik jeruji besi, toilet, kasur, dan bahkan gambar-gambar dari seorang sandera anak yang dibebaskan saat gencatan senjata pada November, ujar juru bicara militer Laksamana Muda Daniel Hagari. Tidak ada sandera yang berada di sana saat ditemukan.

Dilansir dari Reuters, militer merilis foto-foto dari labirin bawah tanah dan mengatakan bahwa mereka membawa wartawan untuk mendokumentasikan terowongan tersebut sebelum dihancurkan. Sel bawah tanah yang, menurut militer Israel, digunakan oleh kelompok Islamis Palestina Hamas untuk menyandera para sandera di Jalur Gaza.

Hagari, berada di rumah seorang anggota Hamas di kota Khan Younis, Gaza selatan, di mana Israel telah memusatkan serangannya dalam beberapa pekan terakhir terhadap kelompok Islam Palestina.

"Para tentara memasuki terowongan di mana mereka bertemu dengan para teroris, terlibat dalam pertempuran yang berakhir dengan tewasnya para teroris," kata Hagari.

Terowongan itu dipasangi pintu ledakan dan bahan peledak, katanya.

"Menurut kesaksian yang kami miliki, sekitar 20 sandera ditahan di terowongan ini pada waktu yang berbeda dalam kondisi yang keras tanpa cahaya matahari, di udara yang pekat dengan sedikit oksigen, dan kelembapan yang buruk yang membuat sulit bernapas," katanya. (kompas/tribun/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved