Berita Internasional
Kisah Kosmonot Terdampar di Ruang Angkasa Selama 311 Hari
Sergei Krikalev, mantan kosmonot Uni Soviet, pernah terdampar di ruang angkasa selama 311 hari.
"Itu adalah proses yang panjang dan kami mendapatkan berita, tidak sekaligus, tetapi kami mendengar tentang referendum, misalnya," kata Krikalev.
Krikalev mengaku, ia tetap menjalankan misi di MIR ketika negaranya bergejolak. Ia lebih mengkhawatirkan kondisi keluarga dan temannya yang berada di Bumi.
Gorbachev sempat mengumumkan bahwa seorang kosmonot asal Kazakhstan akan menggantikan Krikalev setelah misinya selesai.
Kabar ini disampaikan untuk menenangkan Uni Soviet yang karut-marut.
Namun, karena tak seorang pun di Kazakhstan yang dilatih sebagai kosmonot, ini artinya Krikalev harus tinggal di ruang angkasa lebih lama lagi.
Krikalev mengaku ragu bisa bertahan
Saat terkatung-katung di ruang angkasa selama ratusan hari, Krikalev menuturkan ada titik ketika ia merasakan keraguan.
Ia mempertanyakan kemampuannya bertahan di MIR dalam waktu yang lebih lama.
"Apakah saya bisa menyesuaikan diri dengan masa tinggal yang lebih lama untuk menyelesaikan program ini?" imbuh Krikalev.
Krikalev sebenarnya dapat kembali ke Bumi menggunakan kapsul Soyuz, namun ia tidak mau meninggalkan MIR begitu saja.
Menurut Krikalev, bila MIR tidak ada yang mengoperasikan dan memperbaiki, ini akan menjadi perjalanan akhir bagi stasiun ruang angkasa tersebut.
Di sisi lain, waktu kepulangan Krikalev ke Bumi semakin tertunda lantaran Uni Soviet yang sudah bubar membuat kondisi perekonomian Rusia memprihatinkan.
"Argumen terkuatnya adalah ekonomi karena ini memungkinkan mereka untuk menghemat sumber daya di sini," kata Krikalev.
"Mereka mengatakan bahwa ini sulit bagi saya-tidak terlalu baik untuk kesehatan saya. Namun, sekarang negara ini sedang dalam kesulitan, kesempatan untuk menghemat uang harus menjadi prioritas utama," sambungnya.
Diminta bertahan lebih lama
| Kapal Tanker Arab Diserang Bajak Laut Somalia, Kapten dan ABK Indonesia Disandera Diancam Dieksekusi |
|
|---|
| Mengenal Anak Indigo: Sejarah dan Asal-usul yang Sudah Ada Sejak Tahun 1970-an |
|
|---|
| Iran Umumkan Selat Hormuz Terbuka untuk Kapal Komersial, Ini Reaksi Trump, Harga Minyak Turun |
|
|---|
| Ribuan Lebah Serbu Kota-kota di Israel, Apa yang Terjadi? Ini Analisa Pakar |
|
|---|
| Trump Klaim "Kemenangan", Sinyal Militer AS Bakal Cabut dari Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-luar-angkasa.jpg)