Berita Kesehatan
Petani Boyolali Ini Terjangkit Penyakit Leptospirosis, Meninggal Setelah 11 Hari dari Awal Gejala
Warga Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali berjenis kelamin laki-laki berinisial KS (57) meninggal dunia karena penyakit leptospirosis.
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Seorang petani di Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali dinyatakan meninggal dunia seusai sehari dirawat di rumah sakit wilayah Kota Surakarta.
Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, pasien berinisial KS berusia 57 tahun itu terserang penyakit leptospirosis.
Adapun gejala awal, pria tersebut mengalami demam, diare, dan sakit kepala.
Baca juga: Warga Musuk Boyolali Ringkus Belasan Remaja yang Hendak Perang Sarung
Baca juga: Dorong Pendaftaran Merek Kolektif, Kemenkumham Jateng Safari Pendampingan di Kabupaten Boyolali
Seorang warga Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali berjenis kelamin laki-laki berinisial KS (57) meninggal dunia karena penyakit leptospirosis.
Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira.
Bakteri ini dapat disebarkan melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi seperti tikus, anjing, babi, maupun sapi.
Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Puji Astuti mengatakan, temuan kasus leptospirosis ini bermula saat KS yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengalami sakit demam, diare, dan sakit kepala pada 10 Maret 2024.
KS menjalani perawatan sendiri dengan cara membeli obat di apotek.
"Kronologisnya itu mulai 10 Maret 2024, yang bersangkutan sudah mulai sakit demam, pusing, dan diare."
"Tetapi beli obat sendiri di apotek," kata Puji Astuti seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (25/3/2024).
Setelah membeli obat di apotek, KS kembali sehat.
Kemudian pada 15 Maret 2024, kata Puji Astuti, KS kembali jatuh sakit.
Seluruh badan KS sakit semua.
KS kemudian mengkonsumsi obat sendiri.
"19 Maret 2024 atau sembilan hari dari gejala pertama itu baru dia periksa ke dokter dengan keluhan mual, muntah, dan capek."
"Terus dibawa ke Puskesmas Gondangrejo, Karanganyar."
"Karena ruangannya penuh pulang dia (KS) tidak jadi dirawat," ungkap dia.
Baca juga: 1,4 Ton Ikan Nila Siap Panen Mati di Waduk Cengklik Boyolali, Suhartono Syok
Baca juga: Devid Agus Yunanto Buka Wacana Jadi Calon Bupati Boyolali: Relawan Menunggu Partai Politik
Keluarga KS kemudian mengundang dokter dari klinik untuk datang ke rumahnya.
Pihak dokter klinik menyarankan KS dirujuk ke rumah sakit.
KS akhirnya dibawa ke rumah sakit di Kota Surakarta untuk menjalani perawatan pada 20 Maret 2024.
Kemudian pada 21 Maret 2024, KS dinyatakan meninggal dunia.
"Jadi pada 20 Maret masuk rumah sakit, 21 Maret 2024 pasien henti jantung, henti napas pukul 02.11."
"Jadi kami mengetahuinya setelah ada pelaporan kematian itu dari Puskemas," kata dia.
Menurut dia, KS dirujuk ke rumah sakit tanpa melalui Puskesmas di Boyolali.
Sehingga pihaknya baru mengetahui warganya terjangkit leptospirosis dari rumah sakit.
"Ini menurut hasilnya kalau yang kami terima, leptospirosis," ungkap dia.
Dikatakan Puji Astuti, kematian KS merupakan kasus kedua leptospirosis di wilayah Boyolali pada 2024.
Hanya saja untuk kasus pertama pasien kembali pulih atau sehat.
"(Leptospirosis) ini kasus kedua."
"Pertama sehat tidak apa-apa," kata Puji.
Berdasarkan data kasus leptospirosis di Boyolali pada 2022 ditemukan ada 17 kasus dengan angka kematian tiga.
Kemudian pada 2023 ada 15 kasus dengan kematian empat. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Warga di Boyolali Meninggal karena Leptospirosis"
Baca juga: Pria di Bengkulu Bunuh dan Isap Darah Temannya, Masih Incar Otak Korban, Tak Terima Diejek Banci
Baca juga: 2 Hari Buron, Aiptu FN yang Tembak Debt Collector Serahkan Diri, Polisi Ungkap Kondisinya
Baca juga: Masih Ingat Kasus Pembunuhan Satpam Basarnas? Ini Barang Bukti yang Diserahkan Polisi ke Jaksa
Baca juga: Pelatih Persib Keheranan, Kok Bisa Rachmat Irianto Nyusul Gabung Timnas Indonesia di Vietnam
leptospirosis
gejala leptospirosis
Pasien Leptospirosis Boyolali
Boyolali
Dinkes Kabupaten Boyolali
Puji Astuti
puskesmas gondangrejo
Dokter Spesialis Syaraf di Banyumas Ini Ungkap Manfaat Terapi Sel Punca bagi Pasien Stroke |
![]() |
---|
10 Kelainan Sex Parafilia yang Bisa Diidap Pria dan Wanita: Puas Dilakban |
![]() |
---|
5 Manfaat Padel, Olahraga Seru yang Sedang Hits: Harus Punya Skill Tenis? |
![]() |
---|
7 Buah Cepat Naikkan Gula Darah, Terlihat Sehat tapi Penderita Diabetes Wajib Waspada |
![]() |
---|
Apa Itu Febris, GEA dan Abdominal Pain? Penyakit Dara Arafah Bocor: Kok Bisa Ya Dibilang Cuma? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.