Hukum dan Kriminal
SADISNYA Rasyid, Bercinta dengan Rianti Asal Bogor, Bunuh, Leher Dipatahkan, Jasad Ditaruh Koper
Seorang pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Kuta, Bali bernama Rianti Agnesia (23) menjadi korban pembunuhan.
TRIBUNJATENG.COM - Seorang pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Kuta, Bali bernama Rianti Agnesia (23) menjadi korban pembunuhan.
Pelakunya adalah pelanggannya bernama Amrin AL Rasyid Pane (20).
Aksi pembunuhan yang dilakukan Rasyid tergolong sadis. Sebelumnya, Rasyid bercinta dengan Rianti di kamar kosnya.
Karena tak terima dengan ulah korban yang meminta bayaran lebih, ia lalu menggorok leher Rianti.
Perempuan muda inipun meninggal di tangannya. Rasyid lalu berusaha membuang jasad korban.
Ia berinisiatif menempatkan jasad Rianti di koper miliknya. Namun karena ukuran kopernya kecil, Rasyid lantas mematahkan leher Rianti.
Setelah itu, jasad perempuan muda itu dibuangnya.
Tak lama setelah itu, Rasyid memilih menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga: FAKTA Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Bermula dari Cinta Terlarang, Cekcok Korban Minta Dinikahi
Kasus pembunuhan Rianti ini terjadi di Bali.
Lokasi pembunuhan di rumah kos Rasyid, Jl. Bhineka Jati Jaya, Kuta, Bali pada Jumat 3 Mei 2024 dini hari.
Jasad Rianti, perempuan asal Bogor, Jawa Barat itu, dibuang di semak-semak yang berlokasi di jembatan panjang, wilayah Jimbaran, Bali, dengan cara dimasukkan ke dalam sebuah koper berwarna hitam.
“Setelah korban meninggal dunia, pelaku langsung memasukan tubuh korban ke dalam koper milik pelaku.Karena dirasa tidak muat, pelaku mematahkan leher korban guna mempermudah tubuh korban masuk ke dalam koper milik pelaku,” sebagaimana keterangan tertulis Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Jumat 3 Mei 2024.
Pasalnya, pelaku yang lahir di Balikpapan dan beralamat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara itu tega melakukan aksinya lantaran kesal korban meminta bayaran lebih.
“Pelaku kesal dan emosi karena korban yang berprofesi sebagai pekerja seks komersial meminta bayaran lebih kepada pelaku,” jelas AKP Sukadi.

Kejadian bermula ketika pelaku memesan PSK melalui sebuah aplikasi. Di awal, mereka bersepakat bahwa ongkos sewa PSK sebesar Rp. 500.000.
Detik-detik Aipda Ucok Tega Bantai Ibunya Hingga Tewas, Pukul Kepalanya 3X dengan Tabung Gas Melon |
![]() |
---|
FAKTA, Bisikan Gaib Ini Bikin ABG Tusuk Ayah dan Neneknya Hingga Tewas, Ibu Selamat Meski Terluka |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Ini 3 Tersangka Baru Kasus Suap Proyek Jalur Kereta Api |
![]() |
---|
IRONI Rohidin Mersyah, Dijuluki Gubernur Termiskin di Indonesia, Kini Kena OTT KPK, Segini Hartanya |
![]() |
---|
Babak Baru Kasus Rudapaksa Kakak Beradik di Purworejo, Polisi Telusuri TKP, Periksa 10 Terlapor |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.