Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kisah Kusnan, Produsen Boneka Unta Dari Kudus Yang Jadi Langganan Biro Haji Umrah di Indonesia

Kusnan warga Loram Wetan, Jati, Kabupaten Kudus selalu menjadi rujukan distributor penyedia oleh-oleh umrah dan haji menjelang ataupun saat musim haji

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM/Rezanda Akbar D.
Pegawai Kusnan sedang melihat kualitas jahitan ataupun boneka unta souvenir haji.   

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kusnan warga Loram Wetan, Jati, Kabupaten Kudus ini selalu menjadi rujukan para biro-biro, distributor ataupun toko yang menjual oleh-oleh umrah dan haji menjelang ataupun saat musim haji di Indonesia. 

Hal tersebut, lantaran souvenir buatan Kusnan memiliki kualitas yang bagus dengan harga yang terjangkau. 

Musim Haji di Indonesia telah dimulai sejak kloter pertama jamaah haji diberangkatkan pada (12/5/2024).

Baca juga: Omzet Pedagang Pernak-pernik dan Perlengkapan Haji di Kudus Naik 10 Persen

Seiring dengan ibadah haji, tidak lengkap rasanya para calon jamaah haji membawa souvenir atau buah tangan untuk diberikan kepada para kerabat, keluarga ataupun kolega bahkan juga bisa menjadi kenang-kenangan untuk mengingatkan semasa menjalani ibadah haji. 

Kusnan melakukan display boneka unta
Kusnan melakukan display boneka unta di etalase toko boneka miliknya.

Beragam produk yang Kusnan bersama istrinya yakni Fitri, buat di rumah produksi perajin souvenir haji.

Mulai dari boneka, bantal, bantal leher, gantungan kunci dan kotak tisu. 

Kusnan selama hari biasa mampu memproduksi hingga ratusan souvenir selama sehari. 

Souvenir yang dia buat yakni berupa boneka unta atau hewan khas negara Saudi Arabia. 

"Saya di bantu tujuh hingga delapan karyawan untuk pembuatan boneka-boneka unta. Ukuran kecil dan sedang, selama sehari bisa memproduksi seratusan paling sedikit," ujar Kusnan disela pembuatan boneka unta, Jumat (17/5/2024). 

Kusnan memproduksi beragam souvenir berbahan dasar dakron itu, untuk nantinya diserahkan kepada biro-biro umrah dan haji, rombongan kloter, distributor oleh-oleh haji, toko oleh-oleh haji ataupun perorangan baik di Kabupaten Kudus ataupun luar Provinsi. 

Dari tahun 2011 dia memulai bisnis ini, pesanan boneka untuk souvenir haji mulai membludak saat lima bulan menjelang musim haji

Bahkan kenaikan jumlah pesanan souvenir buatanya dibandingkan hari biasanya mencapsi 20 persen. Meski sempat kewelahan, namun dia tetap menyelesaikan pesanan-pesanan. 

"Saya tiap pukul 05.30 WIB itu, sudah mulai kerja sendiri, saya ukur kain yang nantinya dibuat jadi boneka ataupun bantal, tergantung permintaan. Terus saya potongin kain sesuai kebutuhan, kemudian nanti saat pegawai saya masuk kerja bisa siap langsung dikerjakan," kata Kusnan. 

Ada beberapa tahap dalam pembuatan souvenir ini, mulai dari melakukan desain produk, pemilihan kain dan pemotongan, bordir, bentukan produk, dan finishing berupa mengisi produk dengan dakron ataupun aksesoris penunjang produk. 

Dalam pembuatannya, Kusnan dan pegawainya harus memperhatikan presisi jahitan agar rapih dan menjadikan produk buatannya memiliki kualitas. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved