Berita Semarang
Mbak Ita Dorong Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu di Semarang
Mbak Ita para petani mengimplementasikan sistem integrasi dan pertanian terpadu seperti yang digunakan Kelompok Tani Muda Mandiri Kandri Gunungpati.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
"Yang membedakan kami full organik sampai pestisida."
"Kami mandiri buat sendiri semua," imbuhnya.
Mujiono menyampaikan, sudah memiliki suplier tersendiri, bahkan harga pepaya miliknya ada di atas harga rata-rata di pasaran.
Perkebunan konsep organik tersebut menjadi nilai tambah dalam pemasaran hasil panen pepaya itu.
Menurut Mujiono, kelebihan pepaya organik buahnya lebih manis dan lebih tahan lama.
Terlebih untuk kesehatan pastinya juga lebih bagus.
"Dengan Bu Wali ke sini harapan melihat langsung dan bisa dicontohkan kepada petani-petani lain," kata dia. (*)
Baca juga: Polresta Pati Masifkan Patroli Buru Kendaraan Bodong
Baca juga: DP4 Blora Terjunkan 70 Petugas Pengawas dan Pemeriksa Hewan Kurban Saat Iduladha
Baca juga: 15 RPU Pasar Kuripan Pekalongan Segera Kantongi Sertifikasi Halal, Hasil Audit LPPOM MUI Jateng
Baca juga: BREAKING NEWS, Tersangka Kasus Pengeroyokan Bos Rental Mobil di Sukolilo Pati Bertambah Satu
tribun jateng
Tribunjateng.com
Semarang
Hevearita Gunaryanti Rahayu
Mbak Ita
Pemkot Semarang
Pertanian
Kelompok Tani Muda Mandiri Kandri Gunungpati
Kelompok Tani Muda Mandiri
Pertanian Organik
pepaya
| PSEL Semarang Raya Tarik Minat 80 Investor, Dijadwalkan Segera Site Visit |
|
|---|
| Menteri LH Siapkan Aturan Water Farming untuk Selamatkan Pesisir Pantura Jawa Tengah |
|
|---|
| Dari Bekas Galian C Jadi Kebun Organik, Cerita Bulusan Edupark Mengolah Sampah Jadi Media Tanam |
|
|---|
| Begini Penampakan Jalur Gunungpati- Kalipancur yang Tiap Hari Dilewati Warga |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Selasa 2 Juni 2026: Cerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Mbak-Ita-Panen-Pepaya-Hawai-di-Kandri-Semarang.jpg)