Puisi Kenangan Karya Sanusi Pane
Puisi Kenangan Sanusi Pane. Berikut puisi Sanusi Pane: KENANGAN Kenangan timbul pelbagai warna, pelbagai rupa,
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
Awan kedukaan hitam muram jadi kelubung
Hidup lelah, sebelum mati telah berkubur.
Seorang diri mengembara aku selalu,
Di dalam lembah tempat beta pertama kali,
Dipaksa waktu melahirkan cinta berahi
Merasa badanmu pada dadaku hilang malu.
Membawa ke seberang sungai engkau kuangkat,
Memeluk engkau aku lupa akan diriku.
Engkau kucium tidak insyap akan fi’ilku.
Seperti gelora cinta terikat.
Pergi ke lembah menyayat hati melemahkan tulang,
Membuat daku tidak sanggup bekerja selalu
Membuat kenangan tak dapat dihapuskan waktu.
Akh, adinda, mengapa tuan sudah berpulang,
Sebelum rumah kita pilih serta hiasi,
| Mengintip Markas Sindikat Scam Internasional di Sukoharjo, Warga Mengira Kantor Konsultan |
|
|---|
| Sosok Anita Wisudawati Terbaik UIN Walisongo Semarang: Ayah Saya Cuma Petani Lulusan SD |
|
|---|
| Saat Endhah Istri Bupati Kudus Peragakan Tari Lajur Caping Kalo: Saya Grogi |
|
|---|
| Kasus Pokir Fiktif, Ketua DPRD Banyumas Minta Fraksi PDIP Istirahatkan Samsudin Tirta |
|
|---|
| Festival Tari Lajur Caping Kalo, Upaya Kenalkan Warisan Budaya Kudus |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sanusi-pane.jpg)