Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Taiwan

Taipei Sebut 41 Pesawat Tempur China Kepung Taiwan

Asia Tenggara terancam perang setelah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa pihak mendeteksi 41 pesawat militer China bermanuver

Ichiro Ohara / Yomiuri / Yomiuri Shimbun melalui AFP
Presiden Taiwan Lai Ching-te menyampaikan pidato pengukuhannya di Taipei, Taiwan pada 20 Mei 2024. 

TRIBUNJATENG.COM, TAIPEI -- Asia Tenggara terancam perang setelah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan bahwa pihak mendeteksi 41 pesawat militer China bermanuver di kawasan udara Taiwan selama waktu 24 jam terakhir.

“Kami mendeteksi 41 pesawat militer Tiongkok dan tujuh kapal angkatan laut yang beroperasi di sekitar Taiwan selama periode 24 jam hingga pukul 06.00 pagi,” tegas Kementerian Pertahanan Taiwan.

Melansir dari Barrons, pengepungan ini dilakukan sehari setelah Beijing mengatakan para pendukung kemerdekaan Taiwan dapat menghadapi hukuman mati.

Meski aksi manuver 41 pesawat tempur China tak menyebabkan korban jiwa, namun untuk mencegah manuver serupa Kementerian Pertahanan Taipei menjelaskan bahwa pihaknya telah memantau situasi dan memberikan tanggapan yang sesuai.

Pengerahan pesawat dan kapal militer bukan kali pertama yang dilakukan China, sejak beberapa waktu terakhir negara tirai bambu ini semakin intensif menyiagakan jet tempur di Selat Taiwan.

Salah satunya pada 25 Mei lalu ketika sebanyak 62 pesawat militer China terdeteksi mengudara di sekitar Taiwan dalam periode 24 jam.

Angka itu tercatat sebagai jumlah tertinggi dalam sehari untuk pengerahan pesawat militer Beijing ke dekat Taipei sepanjang tahun ini.

Aksi ini merupakan bentuk gertakan China atas pelantikan Presiden baru Taiwan Lai Ching-te yang dianggap sebagai tindakan “separatis” lantaran pelantikan itu menentang interaksi resmi antara wilayah Taiwan di China.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayahnya yang harus kembali diintegrasikan ke dalam Republik Rakyat China.

Bahkan Presiden Xi Jinping sempat menuturkan bahwa pemerintahannya berkomitmen untuk mencapai reunifikasi dengan Taiwan yang telah terpecah dalam perang sipil pada 1949.

Akan tetapi Taiwan berpegang pada klaim kedaulatannya sebagai negara merdeka dengan identitas nasional tersendiri.

Alasan ini yang membuat China murka hingga nekat mengepung Taiwan dengan kapal perang dan jet tempur.

Tanpa Perang

Lembaga pemikir Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) yang berbasis di Washington, Amerika Serikat memprediksi pemerintahan China telah menyiapkan skenario selain invasi atau blokade militer untuk mempercepat reunifikasi Taiwan.

Cara yang yang akan diambil China yakni metode karantina taktik zona abu-abu yang memungkinkan pasukan penjaga pantai Tiongkok, yang disebut sebagai milisi maritim, dan berbagai polisi serta badan keamanan maritim dapat memulai karantina penuh atau sebagian.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved