Kamis, 18 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Pemkot Semarang Libatkan PKK Kampanyekan Gerakan Kembali ke Meja Makan  

Gerakan Kembali ke Meja Makan yang digaungkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan diimplementasikan oleh Pemerintah Kota.

Tayang:
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rival al manaf
Humas Pemkot Semarang 
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama Penasehat DWP BKKBN Dr Reni Hasto Wardoyo melakukan demo masak menu stunting dari buku resep Megawati Soekarnoputri di Balai Diponegoro Semarang, Jumat (28/6/2024).        


Kepala BKKBN, dr Hasto Wardoyo mengajak orang tua untuk kembali menggaungkan Sarapan Bergizi Keluarga melalui Gerakan Kembali ke Meja Makan. 


“Kegiatan pagi hari ini adalah kegiatan kembali ke meja makan, manfaatnya banyak sekali. Hari ini, orang tua sering kehilangan waktu dan kehilangan cara, bahkan kita sering kehabisan kosa kata untuk bisa bicara dengan anak-anaknya,” kata Hasto, di Gedung Balai Diponegoro, Kota Semarang, Jumat (28/6/2024).


Ketika anak bertumbuh dewasa, banyak dari mereka yang mulai hidup sendiri-sendiri dengan caranya sendiri sehingga sulit untuk berkomunikasi dengan orang tua.


“Salah satunya cara adalah kembali ke meja makan, kemudian kita bisa bertemu dan berbagi di situ. Manfaat yang ada di meja makan cukup besar, salah satunya bisa untuk curhat. Dan kalau kita ingin menasihati anak pun sebetulnya bisa dengan perasaan di meja makan, itu juga bagus,” tambah Hasto.


Saat duduk bersama di meja makan, orang tua juga bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk sosialisasi gizi kepada anak.


Misalnya, orang tua dapat menerangkan tentang apa saja yang dimakan dan bagaimana makanan itu memberi manfaat pada tubuh dengan bahasa sederhana.


“Manfaat untuk sosialisasi gizi seimbang, mencegah stunting, saya kira itu bisa dilakukan,” ucap Hasto.


Sementara itu, PJ Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menyampaikan hal senada. Menurutnya, gerakan sarapan bergizi adalah salah satu contoh upaya untuk menurunkan atau mengentaskan masalah stunting.


“Gerakan kembali ke meja makan ini sangat baik, makanya kami harapkan masyarakat di Jawa Tengah untuk tidak terlalu menyibukkan diri hingga lupa dengan keluarga kita,” ujar Nana.


Dia merasa perlu ada waktu berkualitas atau quality time yang dihabiskan bersama dalam keluarga. Tujuannya, tak lain untuk memberikan perhatian pada buah hati.


Nana menambahkan, keluarga bahagia memiliki keterkaitan dengan pembangunan karakter bangsa.


“Dengan keluarga yang berbahagia, bangsa ini akan memiliki karakter dan menjadi kuat dan maju,” ujar Nana.  (*)

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved